Review : Secret Key Snail Repairing Gel Cream

“Cool texture for light skin care! Low stimulation skin therapy repairing gel cream”

16-12-04-14-15-08-558_deco

Kemasan jar (primer) dan dus (sekunder)

Klaim dari produk ini yaitu :

  1. Increased moisture and less oil
  2. Hydrates the skin and prevents the loss of moisture
  3. Soothes the troubled skin

Ingredients :

Water, Glycerin, Hamamelis Veirgiana (Witch Hazel) Extract, 1,2-Hexadienol, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Snail Secretion Filtrate, Zanthoxylum Piperitum Fruit Extract, Pulsatilla Koreana Extract, Usnea Barbata (Lichen) Extract, Triethanolamine, Polysorbate 80, rh-Olygopeptide-1, Sodium Hyaluronate, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Panthenol, Tocopheryl Acetate, Citrus Limon (Lemon) Fruit Extract, Beta-Glucan, Acetyl Hexapeptide-8, Disodium EDTA, Fragrance

16-12-04-14-16-15-549_deco

Ingredients tertulis lengkap di dus

lebih detail dari cosdna.com

820_new_snail_gel_cream_e_01820_new_snail_gel_cream_e_02

Sekilas Iklan Singkat dari web Secret Key

Secret Key Snail Repairing Gel Cream ini salah satu produk dari Snail line keluaran Secret Key, dan merupakan produk kedua yang aku coba. Sebelumnya aku pernah coba Snail Repairing Essence tapii Cuma share-in-jar size dan aku berencana beli fullsize-nya, that’s why aku gak tulis reviewnya. Berencana beli fullsize? Berarti efeknya bagus dong? Gimana dengan si gel cream ini? Well, let’s see…

Harga jual Snail Repairing Gel Cream ini berkisar IDR 100000, murah sih dibanding dengan cream lainnya. Dan harga yang terjangkau ini bisa kamu temuin di semua  rangkaian Snail line: Snail Repairing Essence, Snail Repairing Toner, Snail Repairing Cream, Snail Repairing BB Cream, and more. Oh ya, alasanku beli cream dari seri ini yaitu karena aku suka banget efek pemakaian Snail Repairing Essence-nya, yang bisa bikin jerawat period-ku kempes dalam waktu singkat, Selain itu, harganya terjangkau dan dia khusus mengkategorikan gel cream untuk tipe kulit berminyak (sedangkan Snail Repairing Cream untuk muka kering), jadi aku gak usah takut mukaku jadi sangat berminyak setelah memakainya.

Sekilas review…

Kemasan gel cream ini berupa jar plastik ukuran 50 gram, dengan kemasan sekunder berupa kotak dengan nuansa warna nude sama kayak jarnya. Sayang banget informasi di kemasannya minim, alias hangeul semua. Makanya sebagian besar informasi di sini sumbernya dari website Secret key  www.secretkey.co.id yaa (kecuali ingredients).  Ada tutup ulir dan di dalamnya masih ada lid supaya produk gak langsung meleber waktu tutupnya dibuka.

16-12-04-14-15-44-831_deco

Hangeul all around the box! 

1479608386768

Masih ada lid kalau tutupnya dibuka 🙂

Sayangnya gak ada spatula di kemasannya, jadi make sure tanganmu bersih ya kalau mau ada kontak dengan produk di dalam. Aku sendiri malas pakai spatula, jadi setelah cuci tangan, aku hentakin jar-nya supaya gel cream  nempel di lid, terus baru aku oles ke punggung tangan. Selain itu juga memang kemasan produk ini tanpa segel dari sananya, baik segel di kemasan kotak maupun di tutup jar. Jadi make sure kamu beli di penjual yang udah diyakini keautentikannya yaa 🙂

Aroma gel cream-nya not irritating kok, fresh gitu. Persis aroma essence-nya; mungkin rangkaian snail line ini aromanya sama. Aku malah kaget waktu ngetik ingredients dan liat ada fragrance, karena menurutku hampir gak ada baunya. Warna gel cream-nya bening, dan teksturnya gel agak lengket gitu kalau di jari.

1479608335243

Tekstur dan warna Snail Repairing Gel Cream

Oh ya, aku juga suka karena produk ini gak mengandung paraben. Lovelovelove!

 

 Full review…

Rasanya enak begitu dipakai ke muka! Dingin dan meresap dengan cepat. Favorit banget kalau aku bangun kesiangan, gak bikin aku harus nunggu lama buat pakai skincare lain. Tapi aku sendiri pakainya tipis aja, karena bisa jadi berminyak di T-zone kalau udah siang. Aku juga masih harus timpa bedak, supaya minyaknya gak cepat keluar.

Karena Snail Repairing Essence bisa dibilang ampuh ke jerawat PMS-ku, aku coba juga dengan gel cream ini. Kalau lagi ada jerawat, khusus bagian jerawatnya aku oles gel cream waktu night-skincare-routine (aku gak pakai produk ini untuk night cream). Pernah beberapa kali dia kempes terutama kalau jerawat PMS, tapi kalau dioles ke jerawat yang muncul karena aku lupa cuci muka, dia gak ampuh. Mungkin beda ya efeknya ke jerawat hormon dan jerawat karena muka kotor 😀

One more, produk ini (dan rata-rata cream Korea) gak mengandung pemutih yaa.. Jadi gak ada tuh namanya jadi bening instan setelah pakai gel cream ini. Oh ya, jar berukuran 50 gram ini mulai aku pakai dari tiga bulan lalu, dan sepertinya pemakaiannya masih bisa sampai 1 – 2 bulan kedepan. Hemat! Dengan catatan, aku cuma pakai di pagi hari aja.

Sayangnya, so far aku gak merasa ada efek dahsyat sih.. Dari web Secret Key, aku lihat gel cream ini diperuntukkan buat…

  1. Menenangkan kulit sensitif
  2. Pemilik pori-pori besar dan kulit kendur
  3. Pemilik kulit kering dan kasar
  4. Pemilik kulit kusam dan gelap
  5. Yang tidak suka tekstur lengket atau berminyak

Kulitku bukan tipe sensitif dan kendur. Kalau buat pori, rasanya memang agak mengecilkan, tapi poriku juga gak besar banget sampai clearly visible gitu. Yang paling aku suka memang efek teksturnya, tapi ya just it. Pernah ada masa-masa di mana kulit pipiku kering banget karena sering kecapean dan gak rutin urus muka, pemakaian gel cream ini kurang berefek ke repairing. Sampe akhirnya aku beli skincare tambahan : Benton Snail Bee High Content Essence yang cukup hits.

Overall, aku suka sih pemakaiannya, tapi sepertinya gak bikin aku langsung beli jar kedua begitu habis. Aku lebih tertarik berkelana dulu dengan berbagai pelembab, baru nanti balik lagi beli ini. Tapi aku yakin aku akan beli lagi, paling gak buat pelembab di pagi hari karena dia cocok buat digunakan sebagai morning routines. However, kalau kamu cari produk dengan tujuan repairing your skin, mending beli essence-nya aja.

Pros :

  • Harganya sangat ekonomis, apalagi buat pemakaiannya yang lama dan hemat
  • No parabens!
  • Aromanya gak mengganggu
  • Teksturnya mudah menyerap
  • Cocok buat kulit sensitif (aku cobain ke pacarku yang berkulit sensitif dan kombinasi)
  • Bisa bikin jerawat PMS kempes
  • Pori-poriku terlihat lebih kecil setelah pemakaian cukup lama
  • Ada efek dingin ke kulit
  • Hemat waktu! Cocok buat dipakai pagi hari
  • Gak bikin kulit cepat berminyak

Cons :

  • Kurang dahsyat efeknya ke kulitku 😀
  • Butuh waktu untuk keliatan efeknya
  • Gak ngefek ke jerawat non-PMS
  • gak bisa repair kulitku waktu masa-masa kering dan kusam
  • Gak ada spatula

Re-purchase : yes, someday 🙂

 

Advertisements

Review : Ayudya Lulur Pengantin Coffee Scrub (+ Lavender)

“Ayudya Lulur Pengantin baik untuk mencerahkan kulit, menghaluskan, melembabkan serta menyamarkan warna di lipatan-lipatan tubuh. Mengandung susu murni, minyak zaitun, vitamin C&E, minyak tumbuh2an dan bahan dasar alami”

Ingredients : Aqua, Stearic Acid, Milk, Isopropyl Myristate, Polyethylene Powder, Olive Oil, Alcohol, Glyceryl Stearate, Petrolatum, Coffea Robusta Seed Powder, Tocopheryl, Refined Glycerin, Lavandula Angustifolia Flower Powder, Lavandula Angustifolia Flower Leaf/Stem Extract.

dscf1314

Cara Pakai :

  1. Sewaktu mandi dalam keadaan kering, gosokkan lulur pengantin ke lengan, leher, badan dan kaki sampai mengering dan butiran lulur berjatuhan bersama kotoran yang menempel pada tubuh, lalu bilas sampai bersih
  2. Tidak perlu menggunakan sabun
  3. Atau dipakai untuk lulur urut

dscf1315

Aku beli lulur Ayudya ini karena sebelumnya pernah mencoba varian lainnya (baca review Ayudya Lulur Pengantin Mandi Susu), dan ternyata aku suka! Efek ke kulitnya memang gak terlalu halus tapi wanginya enak dan cukup melembabkan. Sebenarnya aku cukup bingung waktu milih, terutama di antara varian Avocado atau Coffee, tapi kuputuskan coba Coffee dulu dengan harapan wangi-wangi kopi kayak kalau kita masuk coffee shop gitu hehehe. Aku beli seharga IDR 18500 untuk ukuran 300 gram.

You know what, ternyata alasan itu yang bikin pilihanku failed! Why? Karena alasan utama aku pilih varian Coffee ini justru jadi hal yang GAK AKU SUKA. Begitu aku buka kemasannya, yang keluar adalah bau menyengat gak enak, campuran antara kopi dan lavender. Sayangnya, kandungan lavender yang biasanya berefek menenangkan jadinya kurang sesuai dengan seleraku kalau bercampur dengan aroma kopi.

Gimana dengan efek pemakaiannya? Bisa gak efeknya nutupin rasa gak sukaku pada aromanya?

Setelah diaplikasikan ke badan, sama dengan varian Mandi Susu, lulur ini memberi efek agak cooling ke badan, kurang-lebih sampai 10 menit. Setelah itu, bentuk lulur yang tadinya pasta jadi mulai meresap, menyisakan butiran-butiran di permukaan kulit. Nah, di saat inilah sebaiknya kamu gak banyak bergerak, karena butiran tadi akan sangat berjatuhan ke manapun kamu jalan.

Setelah pemakaian selama 30 menit, aku biasa mulai dengan basuh tanganku dengan air. Pada saat ini, tanganku terasa halus seiring dengan dibilasnya lulur dan kulitku, tapi that’s it. Setelah mandi, aku gak merasa lebih lembab.

Klaim lainnya dari lulur Ayudya Coffee ini antara lain (tercantum sebagai Additional benefits)

  • Membantu memperbaiki metabolisme kulit sehingga kulit lebih sehat & kuat
  • Mengurangi rasa lelah pada otot
  • Kandungan Kopi Bali yang meningkatkan sirkulasi aliran darah
  • Kandungan lavender dapat memberikan efek menenangkan dan membantu mnegurangi gejala stres

Sayangnya gak aku rasakan juga. So sad, Ayudya, I think I’m not into you this time 😦

Pros :

  • Harganya ekonomis dengan isi yang banyak
  • Mudah didapatkan karena ada di supermarket dan hypermarket (tapi kalo di warung kemungkinan gak ada ya J), walaupun pengalamanku varian ini gak seumum Mandi Susu atau Mutiara
  • Variannya unik sih (gabungan dua aroma yang jarang banget disatukan), Cuma mungkin aromanya gak semua orang suka

Cons :

  • Aromanya a big no-no buatku
  • Butirannya gampang banget berjatuhan, jadi kamu Cuma bisa diam di satu tempat aja sambil aplikasinya
  • Halus di kulit Cuma terasa sementara

Re-purchase : No

Review : TONYMOLY Tomatox Magic White Massage Pack (sample size)

 “Tomatox Magic White Massage Pack is a multi functional massage pack with tomato extract that has a detox property to clear skin. Contains lemon extract that accelerates collagen synthesis and also whitens and tones skin.  Baicha extract helps calm irritated skin while offering a whitening effect. Houstonia extract is also known as a mysterious herb with 10 kinds of properties of anti-inflammatory, antioxidant, anti-allergenic, whitening, which all contribute to clear radiant skin”

 

Ingredients : Sodium Lycopersicum (Tomato) Fruit Water, Glycerin, Srbitol, Titanium Dioxide, Hydroxyethyl  Acrylate/Sodim Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Butylene Glycol, Alcohol, Niacinamide, PVP, Squalane, Polysorbate 60, Pearl Powder, Coral Powder, Ascorbyl Tetraisopalmitate, Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Extract, Glycyrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Centella Asiatica Extract, Glycine Soja (Soybean) Seed Extract, Solanum Lycopersicum (Tomato) Fruit Extract, Citrus Limon (Lemon) Fruit Extract, Actinidia Chinensis (Kiwi) Fruit Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Saururus Chinensis Extract, Panthenol, Methylparaben, Carbomer, Arginine, Aluminium Hydroxide, Fragrance, Zea Mays (Corn) Starch, Propylparaben, Microcrystalline Cellulose, Mannitol, Sucrose, Tocopheryl Acetate.

Cara Pakai :

  1. After cleansing, apply on dry face and gently massage for about 1 to 2 minutes
  2. After massaging, leave it on your face for 5 to 10 min.
  3. Rinse off with lukewarm water and pat with towel.
  4. Use 2 to 3 times per week or use everyday as needed.

Wash-off mask ini aku beli sewaktu liburanku ke Thailand bulan April lalu. Belinya di 7-11 dengan harga sangat ekonomis, sekitar 40 THB atau IDR 5000an dengan ukuran sample size. Tapi karena sample size, jadi informasi yang tercantum di kemasannya minim banget. Aku bakal tambahin informasi yang aku dapat dari internet, yaa..

Jadi, mask ini agak berbeda dengan wash-off mask yang pernah aku coba sebelumnya, yaitu Vienna Crushed Bengkoang. Terus terang ini Korean wash-off mask pertama yang kucoba, jadi aku gak tahu apa semuanya kayak gini : dia gak mengering di muka! Wash-off mask yang biasa aku pakai, dia akan mengering setelah 5 – 8 menit diaplikasikan, tapi TONYMOLY massage pack ini ngga. Bahkan setelah aku ketiduran 40 menit, dia tetap masih basah waktu aku colek pakai tangan. Padahal setelah baca-baca, harusnya didiamkannya cukup 5 – 10 menit saja.

Ternyata TONYMOLY massage pack ini punya efek yang bagus banget ke kulitku! Begitu dibilas, rasanya mukaku jadi smooth dan kenyal. Plusnya lagi, efek ini gak mendadak hilang setelah aku cuci muka berikutnya, malah justru kerasa makin halus setelahnya. Kecuali efek brightening ya, itu menurutku Cuma sementara sih efeknya (kecuali kalau pakainya rutin). Tiap kali ganti minggu, aku jadi nunggu-nunggu kapan pakai TONYMOLY massage pack ini lagi.

Oh ya, satu kemasan sample size ini bisa dipakai 3x. Aromanya khas buah campur bunga gitu, enak kok. Mungkin karena di ingredients-nya juga banyak ekstrak buah. Warna massage pack-nya putih dan seperti pasta. Cuma satu hal yang sangat kusayangkan, ada kandungan Methylparaben dan Propylparaben di sini.

Pros :

  • Temporary brightening
  • Muka jadi kenyal dan halus banget (gak langsung hilang begitu dibilas)
  • Wanginya enak
  • Waktu pemakaiannya singkat
  • Banyak mengandung bahan alami

Cons :

  • Gak mengeras setelah diaplikasi, jadi harus hati-hati
  • Contains methylparaben dan propylparaben (efek penggunaan paraben bisa kamu lihat di sini)

Re-purchase : sayangnya no, since it contains parabens 😦

Review : My Beauty Diary – Royal Pearl (Radiance mask)

“Brightening and Whitening”

Pearl powder contains trace elements including Calcium, Magnesium and Zinc essential extracts for the skin, as well as several Amino acid complex. This mask also ncombines the double-acting moisturixing ingredients Cosphingo x Aquaroad to promote hydrated, whitened, and radiant skin. Formulated with tea ectract and enriched with tea polyphenols and Mulberry extract to help restore a luminous complexion, keeping the skin soft, clear, and translucent

“Nourishing and Repairing”

Herbal extracts from Sugar maple, Ginkgo and Malvasylvestris provide a protective layer to help the skin defens against environmental damage, retain skin moisture and support healthy skin texture. Formulated with extracts from Licorice and hydrolyzed Yeast protein to effectively soothe, nourish, and encourage skin renewal, giving you a visible whiter and smoother complexion

(sumber  website My Beauty Diary)

Capture4

Ingredients :

Water (Aqua), Glycerin, Butylene Glycol, Propylene Glycol, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Camellia Sinensis Leaf Extract,Ginkgo Biloba Leaf Extract, Glychrriza Glabra (Licorice) Root Extract, Phenoxyethanol, Hydroxyethyl Urea, Chlorphenesin, Triethanolamine, Hydrolyzed Yeast Protein, Laminaria Digitata Extract,Polysorbate 20, Fragrance (Parfum), Lecithin, Citric Acid, Codium Tomentosum Extract, Tabebuia Impetiginosa Bark Extract, Dipotassium Glycyrrhizate, Hydrolyzed Pearl, Polysorbate 80, Acer Saccharum (Sugar Maple) Extract, Citrus Aurantium Dulcis (Orange) Fruit Extract,  Citrus Medica Limonium (Lemon) Fruit Extract, Saccharum Officinarum (Sugar Cane) Extract, Glyceryl Glucoside, Soluble Collagen, Sodium Hyaluronate, Carbomer, Iodopropynyl Butylcarbamate, Xanthan Gum, Glycosphingolipids, Sodium Hydroxide, Sodium Lactate, Potassium Hydroxide, Sodium PCA, Arbutin, Tocopheryl Acetate

DSCF1467

Ingredients list

Varian Royal Pearl ini aku beli dengan titip temanku di Taiwan, karena di Indonesia memang tidak beredar. Gak banyak informasi yang bisa didapat dari kemasannya, karena yang ditulis dalam bahasa Inggris Cuma komposisinya aja. Intinya dia mengklaim memberi efek radiance, dan punya kandungan Aquaroad x Tinysome x CosphingoTM. Sedahsyat apa sih efeknya?

Capture2

Cosphingo x Aquaroad (sumber : website My Beauty Diary)

Aroma mask sheet ini soft, tapi aku ga bisa deskripsikan ini aroma apa. Mirip aroma baby oil, lembut-lembut gitu. Not irritating. Oh ya, mask sheet My Beauty Diary punya ciri khas : ada lembaran pastik di antara lipatan mask sheet waktu dikemas. Tujuannya? Supaya mudah membuka lipatannya. Unik, tapi berguna!

Sheet mask-nya tipis, seperti biasanya My Beauty Diary. Dengan ukuran yang lebih pas ke proporsi wajah Asia, dibandingkan dengan masker-masker Korea, mask sheet ini menempel dengan sesuai. Lubang mata di mata, lubang mulut di mulut, dan sisi-sisinya juga fit perfectly di jawline-ku.

Essence mask sheet My Beauty Diary (selalu) banyak, bening, dan agak encer. Aku selalu ‘peras’ dulu mask sheet di dalam kemasannya sebelum buka lembarannya, karena bahkan dengan begitu pun essence di mask sheet-nya masih banyak banget. Nah sisa essence ini biasanya aku pakai jadi rangkaian skincare berikut-berikutnya. Dan saking banyaknya, setelah dipakai 2x sehari selama seminggu pun belum habis-habis.

Efek setelah pemakaiannya, aku suka banget! Walaupun dia gak membuat mukaku bersinar (radiant) seperti klaimnya, tapi dia bikin mukaku lembut dan halus, serta kerasa moist. Bahkan walaupun Cuma pakai sisa essence aja, efeknya terasa lembab dan lembut. Tapi menurutku varian ini kurang cocok untuk yang tipe kulitnya oily, karena setelah pakai essence-nya saja bikin muka (sangat) moist cenderung oily. Makanya aku lebih suka pakai sisa essence-nya dibanding maskernya, soalnya sisa essence-nya bisa dipakai tipis-tipis sedangkan essence di maskernya terlalu berlimpah. So, aku lebih pilih satu hari mukaku over-moist tapi punya stok sisa essence yang bisa dipakai berhari-hari dan punya efek menyenangkan ke kulitku 🙂

Satu hal lagi yang aku suka dari mask sheet My Beauty Diary ini (aku belum tahu varian lainnya). Sejauh ini udah 5 varian yang aku coba, dan semuanya gak mengandung paraben. Kalau kamu lihat juga di ingredients-nya, kebanyakan adalah ekstrak bahan alami. Ada aloe, lemon, jeruk, licorice, dan lain-lain. Jadi, gak aneh kalau efeknya bagus ke kulit.

Pros :

  • Bikin kulit mukaku lembut, lembab, dan halus
  • Ukuran sheet-nya pas banget di muka (dibanding brand Korea)
  • Essence di mask sheet-nya banyak, dan sisanya juga banyak banget
  • Aroma-nya soft kaya bayi
  • Ada lapisan plastik di antara lipatan masker yang memudahkan buka lipatan
  • Komposisinya sebagian besar bahan alami
  • No-parabens (efek penggunaan paraben bisa dilihat di sini)

Cons :

  • Gak dijual di Indonesia
  • Penjelasannya bahasa Mandarin semua 🙂
  • Essence yang terlalu banyak dipakai di muka bikin agak oily
  • Pemakaian sisa essence lebih ‘terpakai’ dibanding essence di mask sheet sendiri
  • kurang cocok untuk pemilik oily face

 

Re-purchase : YES