ETUDE HOUSE Any Cushion Color Corrector SPF34 PA++ (Lavender)

IMG_20180408_224949

Etude House : Any Cushion Color Corrector lavender

“The color correcting cushion makes skin tone & texture look clean with the finely designed color”

Komposisi :

Water, Sea Water, Cyclopentasiloxane, Ethylhexyl, Methoxycinnamate, Propadienol, Dimethicone, Cyclohexasiloxane, Butylene Glycol, Dicaprylate/Dicaprate, Peg-10 Dimethicone, Titanium Dioxide (Cl 77891), Tricaprylin, Niacinamide, Lauryl Peg-8 Dimethicone, Zinc Oxide, Trisiloxane, Titanium Dioxide, Disteardimonium Hectorite, Trimethylsiloxysilicate,Ultramarines (Cl77007), Disodium EDTA, Prunus Mume Fruit Extract, Sodium Chloride, Strearic Acid, Adenosine, Acrylates/Ethylhexylacrylate/Dimethicone Methacrylate Copolymer, Aluminum Hydroxide, Ethylhexylglycerin, Nelumbo Nucifera Flower Extract, Triethoxycaprylylsilane, Polymethyl Methacrylate, Phenoxyethanol, Mica (Cl 77019), Fragrance

Cara Pakai :

  1. Use only as directed
  2. Avoid storing in high and low temperatures and areas exposed to direct sunlight
  3. Cease use if problems arise

Cara Mengganti Refill :

  1. Open the container and slightly fold back the cap of the refill
  2. The refill container and case are detached from each other
  3. Used refill is removed Insert the new refill to the container

 

Well, akhirnya tiba saatnya buatku di mana bedak aja gak cukup untuk meng-cover wajahku dalam beraktivitas sepanjang hari, apalagi karena sekarang umurku sudah 20-an tahun. Sebenarnya mungkin lebih tepat dikatakan : sudah saatnya di mana aku butuh menggunakan lebih banyak make-up dalam aktivitas sehari-hari. Sejujurnya, aku bukan tipe orang yang suka menggunakan make-up di luar alis, bibir, dan bedak, namun apa daya kalau umur sudah semakin bertambah 😦

Saat pertama kali mencoba ETUDE HOUSE : Any Cushion Color Corrector Lavender, aku cuma rela beli refill saja tanpa wadahnya. Kenapa? Karena, aku sempat berpikir bahwa refill ETUDE HOUSE : Any Cushion Color Corrector  akan bisa diisikan ke wadah cushion-ku sebelumya, Chica Y Chico Matt Fix Cushion. Sayangnya ternyata ukuran kedua cushion tersebut berbeda. Faktor lainnya yaitu, dikarenakan pengalamanku dengan cushion sebelumnya (Chica Y Chico Matt Fix Cushion) agak kurang menyenangkan, dan bisa dikatakan salah satu penyebabnya yaitu range shade CHICA Y CHICO cushion. ETUDE HOUSE : Any Cushion Color Corrector sendiri punya empat opsi shade : illuminate, mint, pink, dan lavender. Pilihanku jatuh ke lavender, karena klaimnya adalah untuk memperbaiki kulit shade kuning yang dull. Mirip-mirip dengan spesifikasi wajahku deh, tipe kulit kuning Asia. Hehehe. Hasilnya? Senang banget karena produk ini cocok di kulitku, dalam konteks shade warna dan gak memicu reaksi apapun di kulitku, sampai akhirnya aku memutuskan beli lengkap dengan wadahnya.

Kemasan ETUDE HOUSE : Any Cushion Color Corrector Lavender berupa wadah cushion bulat as usual, dengan bahan melamin warna lavender. Di dalam kotak (kemasan sekunder) juga disisipkan sponge khas Etude House warna biru-putih yang juga bisa dibeli terpisah di berbagai online shop. Tampilannya seperti wadah cushion secara umum : bagian atas dilengkapi dengan cermin, lid untuk membatasi sponge dan cushion-nya, juga ada pengunci di bagian luar wadah. Box yang tadi disebut sebagai kemasan sekunder memuat semua informasi tentang produk ini. Satu hal yang paling aku suka dari produk Etude House adalah informasinya yang tertulis lengkap di kemasan, dalam bahasa Inggris. Mungkin karena produk Etude House sudah popular dan didistribusikan ke banyak Negara, jadi informasinya pun harus lebih mengedukasi pengguna.

IMG_20180408_225525

Bagian lock container

Warna cushion ETUDE HOUSE : Any Cushion Color Corrector Lavender ini persis seperti namanya : lavender. Ternyata shade lainnya pun punya warna berbeda-beda tergantung namanya. Tapi gak usah khawatir, warna lavender ini langsung merata begitu diaplikasikan sehingga menyerupai tone kulit, tapi dengan warna yang lebih bright jadi kesannya kulit muka lebih cerah.

IMG_20180408_225433

Warna shade lavender

Singkat kata, aku bisa bilang kalau aku suka efek penggunaan ETUDE HOUSE : Any Cushion Color Corrector Lavender. Cushion yang diaplikasikan membuat mukaku terlihat lebih cerah, dan otomatis lebih sehat tanpa bikin terlihat over putih kayak bedak mbak-mbak alay. Selain itu, tekstur ETUDE HOUSE : Any Cushion Color Corrector Lavender rasanya pas dan mudah merata di wajah. Proses aplikasi dan perataannya singkat banget sampai warna produk menyatu sempurna.

 

Tapi jangan mengharapkan kekuatan coverage yang sempurna yaa, secara ini kan produk Etude House yang brand-nya memang dikenal middle-low dan harganya ekonomis. Buat pemakaian sehari-hari sih menurutku pas dan bisa cover oil di muka sampai sore. Produk ini bisa diandalkan juga buat menutupi warna muka yang kurang rata, tapi untuk menutupi jerawat not recommended ya.

Komposisi bahan ETUDE HOUSE : Any Cushion Color Corrector Lavender kelihatannya gak mengandung bahan berbahaya, tapi perlu aku ingatkan kalau kulitku bukan tipe sensitif. Kalau berdasarkan analisa cosdna.com, ada beberapa bahan dengan tingkat safety rendah antara lain preservative dan sunscreen tapi sedikit banget jumlahnya.

Oh ya, produk ini bisa dipakai sekitar 3 – 4 bulan sebelum harus beli lagi refill-nya. Fyi, aku pakai produk ini setiap pagi untuk bagian muka dan leher depan. Perlu diingat kalau penting banget menutup wadah cushion dengan rapat setiap habis digunakan, karena kontak dengan udara bisa bikin cepat kering dan jadi harus beli refill-nya lebih cepat (berdasarkan pengalamanku pribadi).

 

Pros :

  • harga ekonomis dengan pemakaian produk yang hemat dan cukup lama
  • coverage oke buat daily usage
  • informasi produk tertulis lengkap dalam bahasa Inggris
  • pilihan shade banyak
  • gak mengandung paraben (dampak buruk penggunaan paraben bisa dibaca di sini)

Cons :

  • mild coverage 

Re-purchase :

yes, always.

 

 

P. S :

I wrote this review in English too, so enjoy reading the English version below.

I’ve come to the age when powder is just not enough to cover my face. Well, a little bit too late honestly, since I’m in my 20s now. Maybe I should put the sentence better : I’ve come to the age when I finally ready to put more make-up products on my face. Frankly, I don’t like putting so much things because I’m gonna feel fake and counterfeit everytime I clean my face at the end of the day. Turns out I have no power against age 😦

First time I tried using ETUDE HOUSE : Any Cushion Color Corrector Lavender was only the refill version. My previous cushion was CHICA Y CHICO : Matt Fix Cushion, and I thought that my Etude House cushion refill would fill the CHICA Y CHICO container. Sadly, it doesn’t. So I just use my Etude House cushion without any container. Well, I don’t bring it everywhere with me, too. Thus I feel that it would cost me more if I’d already bought a full version and I don’t repurchase, just like what happened with CHICA Y CHICO cushion.

My previous experience with CHICA Y CHICO cushion wasn’t too good that I then intended to look for a cushion with more shade options. ETUDE HOUSE : Any Cushion Color Corrector has four options : illuminate defines facial features, mint corrects unevenness and redness, pink corrects and brightens dark, lavender corrects yellow and dull skin. I have a yellowish-Asian-skin, so I choose the lavender shade. Thanks God, this shade fits my skin tone perfectly and does exactly what it claims that I decided to buy a full—sized version then (which I keep using until now).

ETUDE HOUSE : Any Cushion Color Corrector Lavender comes in a lavender melamine packaging with the blue-white sponge. Just like any other cushions, it has a mirror upper side and also a second lid to separate between the sponge and the cushion. As a lock, there’s a silver part that you’ll have to push before opening, as you can see in the picture. The second packaging itself is a box which contains all the informations about the products. This is one of my favorite features of buying Etude House products (and any other popular products); they provide a lot of thoroughgoing informations in their packaging and all of them are in English. Perfect!

Well, the cushion itself is lavender just like the packaging, and the other shades have their own color too (mint, pink, and natural color – for the illuminate,). At first, I doubt how this shade will turn after being applied, but I have this kind of trust to Etude House brand that it will turns magically. Haha. And I was right; there’s no purplish/lavenderish shade on my skin at all after being applied, as you can see in the picture.

Simply put : it’s just perfect. The lavender color blend perfectly with my skin tone, making it seem brighter and healthier. No fake appearance at all. Of course after I clean my face at night, the difference is still there, but the effect is simply ‘brighter’, not ‘instant white’. The cushion also somehow has appropriate viscosity, which makes the application easier and faster. It spreads evenly without taking much time. Well, I usually have my breakfast 30 minutes after putting my make-up on, and I don’t see any traces of the cushion nor a lavender shade on my paper towels. In short words : it just does what it claims, even better!

However, the coverage itself is just mild, so don’t expect this cushion to cover all your blemishes. It works well with uneven skin tone or slight redness, but I don’t think it covers pimples especially an conspicuous one.

ETUDE HOUSE : Any Cushion Color Corrector Lavender also has a nice oil-control ability. I usually have my oily face back around 5 – 6 hours after the application, which is quite a nice result for me. I’ve been using this cushion for around 3 – 4 months (which was the average usage term for this product) and there aren’t any significant complaints so far. Everynight, when I clean my face using cleansing water, there’s no lavenderish residue seen on the cotton. But I can feel that the cushion is still there, since the amount of oiliness is still under-control.

I did some analysis using cosdna.com and found out only some ingredients were marked as ‘not-safe’. They were categorized as ‘preservative’ and ‘sunscreen’.

I’ve been using ETUDE HOUSE : Any Cushion Color Corrector Lavender everyday as a part of my morning routine. I applied it to my face and neck. Fyi, it’s very important to always close the container after being used. Based on my experience, any contact with air will reduce its usage time since the product itself would be likely to get dry faster.

Advertisements

Review : Secret Key Starting Treatment Cream

Ingredients :

Water, Glycerin, Squalane, Cyclopentasiloxane, Dimethicone, Niacinamide, Glyceryl Stearate, Hydroxyethyl Urea, Butyrospermum Parkii (Shea) Butter, Macadamia Ternifolia Seed Oil, Prunus Amygdalus Dulcis (Sweet Almond) Oil, Argania Spinosa Kernel Oil, Astrocaryum Murumuru Seed Butter, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Galactomyces Ferment Filtrate, Betaine, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Cetyl Ethylhexanoate, Butylene Glycol, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Hamamelis Virginiana (Witch Hazel) Leaf Extract, Acorus Gramineus Root/Stem Extract, Oryza Sative (Rice) Bran Extract, Citrus Grandis (Grapefruit) Seed Extract, Portulaca Oleracea Extract, Panax Ginseng Root Extract, Acanthopanax Senticosus (Eleuthero) Root Extract, Sucrose Stearate, Stearyl Alcohol, Cetearyl Olivate, Sorbitan Olivate, Cetyl Alcohol, Myristyl Alcohol,  Stearic Acid, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Triethanolamine, C12-14 Pareth-7, PEG-100 Stearate, rh-oligopeptide-1, Ceramide 3, Hydrogenated Lecithin, Octyldodecanol, Adenosine, 1,2-Hexadienol, Caprylyl Glycol, Disodium EDTA, Fragrance

IMG20170610132730

Ingredients list ada di bagian dalam box

Secret Key : Starting Treatment Cream ini masih satu line sama Secret Key : Starting Treatment Essence yang populer banget (dan sering banget dibandingin sama Missha : First Treatment Essence dan SK II). Anehnya aku lebih tertarik coba cream-nya daripada essence-nya *anti-mainstream*. HAHA

Oh ya, sebelum beli produk ini, aku sempat pertimbangin cukup lama karena bingung. Bingung, soalnya review buat produk ini jarang banget, alias Cuma 1 – 2 buah kayaknya waktu itu. Hampir gak ada bayangan tentang tekstur, efek, ingredients, pokonya aku agak gambling waktu beli karena takut terlalu berat buat morning skincare. Jadi, gimana kira-kira hasil gambling ini? Check my review below!

Harga belinya itu sekitar IDR 145000, cukup murah sih menurutku dibanding brand lain. Beratnya 50 gram, dan berdasarkan pengalamanku dengan Secret Key : Snail Repairing Gel Cream (baca review-nya di sini), jumlah segitu bisa dipakai sampai 4 – 5 bulan dengan pemakaian Cuma di pagi hari. Ekonomis ya? Itu juga yang bikin aku bingung, kenapa produk Secret Key bisa ekonomis dengan efek yang (sangat) lumayan.

Kemasannya bentuk jar kaca dan dimasukkan ke kotak box seperti produk skincare pada umumnya. Kotaknya memuat cukup banyak informasi, ada detail produk, berat, ingredients, dan cara pakai. Sayangnya semua bahasa Korea, kecuali ingredients aja yang ada english version di bagian dalam box-nya. Kemasan jar-nya cukup berat menurutku, tapi ini bukan jenis kaca yang gampang pecah kalau jatuh. Not sure ini bahan apa, lebih jelasnya bisa dilihat di foto. Mungkin ada yang bisa bantu tell me ini kaca apa?

Sama seperti Secret Key : Snail Repairing Gel Cream, di dalamnya masih ada lid yang mengantisipasi tumpah atau kontak langsung dengan tutupnya. Dan, masih sama juga : no spatula. Cara aplikasiinnya juga jadi sama, aku hentak-hentak dengan posisi terbalik sampai nempel di lid, terus baru dioles ke punggung tanganku secukupnya.

 

Cream ini kenampakannya warna putih, dengan tekstur yang kelihatan cukup berat. Makanya saat pertama kali coba, aku aplikasiin tipis-tipis ke muka karena takut jadi over-oily. Tapi you know what, ternyata dia lumayan cepat meresap di kulit. Kalau dibandingin dengan Snail Repairing Gel Cream yang notabene adalah gel, waktu serapnya agak lebih lambat dikit. Cuma beda kesan setelah penyerapannya; kalau gel cream udah menyerap sempurna, kulit muka kayak gak pakai apa-apa, tapi kalau cream ini rasanya ada thin layer di kulit muka. Dalam artian positif ya, jadi lebih moist dan keliatan dewy.

Tapi, buat rangkaian lengkap, aku belum berani kalau pakai produk ini sendiri, karena dari tipenya mungkin bisa bikin kulitku berminyak setelah 3 – 4 jam kalau dipakai single. Jadi aku selalu sebisa mungkin kombinasiin dengan produk yang ngunci minyak, untuk saat ini essence dari Benton (baca di sini buat review Benton : Snail Bee High Content Essence) dan/atau sunblock dari Etude House (baca di sini buat review Etude House : Sunprise Natural Corrector). Dengan kombinasi kayak gitu plus bedak, biasanya seharian aku gak kelihatan kumal berminyak dan tetap cantik *slap*.

Efek pemakaian? Aku bisa bilang kalau kulitku udah mulai terlihat berbeda. Sebelumnya, akhir-akhir kulitku cukup kering di bagian pipi karena mulai banyak aktivitas yang bikin berkeringat, jadi rasanya kasar dan kalau diperhatiin tampak kulit pipi agak putih-putih kayak cracking (ngelupas mild banget). Sekarang, rasanya moist dan udah balik lagi ke kulit pipi yang halus kayak beberapa waktu lalu. Oh ya, pori-pori di pipi juga tampak mengecil, tapi ini menurutku result dari combination usage sama Benton : Snail Bee High Content Essence.

Oh ya, kulitku sempet break out waktu awal pakai produk ini, kurang-lebih Cuma dua hari. Selama dua hari ini muncul jerawat sekitar 3 – 5 buah padahal rutinitas skincare-ku normal dan aku gak makan aneh-aneh ataupun PMS. Tapi saat aku mulai waswas, jerawat-jerawat ini hilang sendiri kok.

Anw, keliatannya so far so good dan aku mau llihat gimana efek maksimalnya ke kulitku. Last, semoga review ini membantu yaaa, secara minim banget review buat produk ini.

Pros :

  • No parabens! (efek negatif kandungan paraben di produk skincare bisa dilihat di sinisini)
  • Hemat dan ekonomis
  • Meresap cepat di kulit
  • Teksturnya gak berat dan gak bikin oily (combi usage)
  • Pakainya cukup tipis aja, jadi hemat (juga supaya gak berminyak)
  • Kenampakan ke kulit jadi terlihat lebih dewy dan sehat
  • Kulit mukaku jadi lebih moist dan halus
  • (sepertinya) bikin pori-pori mengecil

Cons :

  • Packaging-nya agak berat dan repot kalau dibawa-bawa
  • Infonya minim
  • No spatula
  • Sempat bikin aku break out
  • Bisa bikin kulit muka oily kalau aplikasinya terlalu banyak

Re-purchase : maybe, someday

Review : Secret Key Lemon Sparkling Peeling Gel

“It helps remove waste matter from pore and exfoliate dead skin cell due to containing of refreshing lemon water and rich carbonated water, so your skin will become bright and healthy”

IMG20170610130214

Klaim Secret Key : Lemon Sparkling Peeling Gel

Ingredients :

purified water, cetrimonium chloride, propylene glycol, zanthoxylum piperitum fruit extract, pasqueflower extract, usnea extract, carbomer, polysorbate 80, lemon water, lemon extract, sparkling water, green tea water, hollyhock extract,  aloe vera leaf extract, witch hazel extract, centella extract, hydrolized collagen, sodium hyaluronate, rice extract, brown algae extract, broccolie extract, portulaca extract, camomile extract, 1,2-hexandiol, disodium EDTA, perfume

(source : http://www.secretkeyen.com/)

Cara Pakai :

  1. After facial wash, dry your skin with towel
  2. Get a adequate amount and apply in onto your face, except eye area and mouth. Gently massage into damp facial areas and wash it out with warm water

(source : http://www.secretkeyen.com/)

IMG20170610130239

Ingredients dan Cara Pakai, semuanya dalam hangeul

Pernah gak sih kalian coba peeling gel? Buatku, pengalaman pakai peeling gel ini amazing banget, karena memang aku amazed dengan cara kerjanya. Dan buat yang belum pernah coba peeling gel, sebaiknya kalian coba minimal sekali seumur hidup. Hehehe.

Alasan utamaku beli Secret Key : Lemon Sparkling Peeling Gel ini karena aku penasaran sama cara pakainya. Katanya, dia diusap di kulit muka dan digosok-gosok, sampai mengering dan berbentuk uliran kecil-kecil kayak daki (?). Uliran ini diklaim sebagai sel kulit mati yang terangkat oleh peeling gel. Hmm, daripada efek pemakaiannya, aku jauh lebih tertarik sama cara kerjanya!

Harga beli Secret Key : Lemon Sparkling Peeling Gel sekitar IDR 100000 dengan ukuran 120 mL. Bentuk kemasannya tube dengan flip-top di bagian bawah, mirip kemasan facial foam. Di bagian depannya ada gambar  dan tulisan buah lemon, buat menekankan kalau kandungan utamanya adalah lemon. Oh ya, produk ini dulu namanya Secret Key : Lemon D-toc Peeling Gel, tapi sekarang ganti nama. Waktu pembelian, pastikan dia dibungkus plastik luar ya, juga alumunium foil buat nutup bagian lubang dalamnya.

Sayangnya, bahasa Inggris di kemasannya Cuma ditemukan di bagian depan : nama produk dan klaim produk. Sisanya di bagian belakang kemasan agak sulit buat diartikan, antara lain cara pakai, ingredients, dan entah apa lagi yang aku gak mengerti sama sekali. Tanggal expired bisa ditemukan di-emboss di bagian belakang atas tube.

IMG20170610130226

Yakkk, akhirnya dia sampai ke tanganku setelah lama timbang-timbang buat beli. Cara pakainya, aku keluarkan produknya ke punggung tangan kiri, baru kemudian diratakan di muka pakai jari-jari kanan. Bentuk awalnya begitu dikeluarkan itu kayak gel cair warna putih keruh, dan begitu dioles di muka langsung mengering dan jadi ulir-ulir kecil. Bahkan kalau lelet-lelet, Secret Key : Lemon Sparkling Peeling Gel yang ‘transit’ di punggung tangan kiriku juga ikut mengering. Makin tipis dan sedikit jumlahnya, makin cepat dia kering. Jadi biasanya aku totol-totol di beberapa bagian muka, baru diratakan. Kalau langsung diratakan tiap bagian, dia akan langsung berubah bentuk jadi sel kulit mati.

Setelah semua bagian mukaku dibersihkan pakai Secret Key : Lemon Sparkling Peeling Gel, aku bilas air supaya sisanya bersih. Dan rasanya memang jadi halus, siap buat dilanjutkan ke rangkaian skincare berikutnya. Satu lagi poin plusnya, dia memang bikin kulit kerasa bersih, tapi tanpa terasa kering dan ketarik.

Produk ini juga mengklaim bikin  kulit ‘bright and healthy’ sebagai hasil akhir dari ‘mengangkat sel kulit mati’. Buatku pribadi, hasil ini baru terasa kalau habis pakai produknya aja, alias belum keliatan hasil jangka panjangnya. Tapi sejauh ini hasilnya positif kok, dan aku merasa mukaku memang lebih bersih sampai ke dalam pori tiap habis pake produk ini.

Produk ini juga pernah aku suruh pacarku pakai, karena kulitnya agak sensitif dan rasanya Secret Key : Lemon Sparkling Peeling Gel ini gak bikin kering. Hasilnya? Dia terkesan dan akhirnya ikut beli juga, karena kerasa bedanya setelah pemakaian. Oh ya, pacarku bukan orang yang perhatian sama kondisi kulit muka, dan perawatan yang dia lakukan Cuma sebatas cuci muka aja. Ajaibnya, sel kulit mati yang keluarnya banyak banget, dibandingkan denganku yang rutin pakai peeling gel setiap minggu. Jadi kesimpulannya, kemungkinan besar Secret Key : Lemon Sparkling Peeling Gel memang benar-benar mengangkat sel kulit mati.

Kedua, aku juga pakaikan ke papaku. Papaku tipe orang yang jarang cuci muka pakai sabun, padahal sering berkendara di jalan. Waktu pakai peeling gel ini (setelah cuci muka pakai facial foam-ku A’pieu : Deep Clean Foam Cleanser), bulir-bulir yang keluar banyak banget, dan warnanya hitam-hitam. Keliatannya sih itu kumpulan debu dan kotoran 😀

Pros :

  • Affordable price!
  • No-parabens (efek pemakaian paraben bisa dilihat di sini)
  • Cara pemakaiannya unik dan praktis, bikin semangat buat peeling tiap minggu
  • Bikin kulit muka halus dan bersih setelah pemakaian
  • Gak bikin kulit muka kering
  • Bisa mengangkat sel kulit mati
  • Bisa membersihkan debu dan kotoran di kulit

Cons :

  • Sejauh ini, klaim bright dan healthy baru terlihat kalau habis pemakaian aja

Re-purchase : yes!

Review : Benton Snail Bee High Content Essence

IMG20170610130709

Benton : Snail Bee High Content Essence; kemasan primer boks (kanan) dan kemasan sekunder botol plastik (kiri)

“is for all types of skin including senstive and troubled skin types. Instead of water, Snail secretion fiiltrate was used. This high content essence uses Bee venom, EGF, and various botanical based natural ingredients to help improve your rough and damaged skin from various stress and pollution. In addition to the troubled skin care, cooling effect, moisturizing and skin-lifting improvement, thus all-in-one functional multi-care cosmetic has functional ingredients such as Arbutin and Adenosine which helps brightening your skin and removes wrinkles.”

 

16-12-04-14-18-29-851_deco

Klaim Benton : Snail Bee High Content Essence

Ingredients :

Snail Secretion Filtrate, Leaf Juice, Glycerin, Arbutin, Butylene Glycol, rh-Oligopeptide-1, Bee Venom,  Plantago Asiatica Extract, Laminaria Digitata Extract, Diospyros Kaki Leaf Extract, Salix Alba (Willow) Bark Extract, Ulmus Campestris (Elm) Extract, Bacillus Ferment, Azelaic Acid, Althaea rosea flower extract, Aloe barbadensis leaf extract, Beta-glucan, Betaine, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Adenosine, Panthenol, Allantoin, Pentylene Glycol, Zanthoxylum Piperitum Fruit Extract, Usnea Barbata (Lichen) Extract, Pulsatilla Koreana Extract, Arginine

IMG20170610130839

Komposisi Benton : Snail Bee High Content Essence

Benton Snail Bee line termasuk yang cukup populer buatku pribadi. Makanya, di saat ada banyak list essence yang mau aku coba, aku pilih Benton lebih dulu. Apalagi, Benton : Snail Bee High Content Essence ini kandungan utamanya bukan air, tapi snail secretion filtrate. Kalau kamu perhatiin komposisinya, ga ada kandungan ‘water’ di sana loh. Dan karena produk snail punya history yang cukup baik ke mukaku, here I am trying this product. Selain essence, rangkaian ini ada Benton : Snail Bee High Content Skin, Snail Bee High Content Lotion, dan Snail Bee High Content Steam Cream.

Kemasan box Benton : Snail Bee High Content Essence ini terbuat dari karton daur ulang, sepertinya sih tujuannya supaya ramah lingkungan. Jadi bukan bahan karton yang dilapis plastik kayak produk lain yaa.. Sayangnya warna dan bahan karton daur ulang ini bikin keterangan detail produk jadi kurang jelas (bisa dilihat di foto). Kemasan langsung esens-nya berupa botol dengan pump yang tertutup plastik kaca (?). Ini poin plus menurutku, karena bikin produk lebih higienis. Di botol ini ada klaim produk yang tadi gak terlihat jelas di kemasan boks, tapi dengan jenis tulisan dan warna yang lebih mudah dibaca (thanks GOD) tapi ga selengkap di boks-nya 🙂 Cara pakai, ingredients, dan warning Cuma ada di kemasan boks. Untungnya tanggal manufacture dan expiry (jaraknya 2 taun) tercantum jelas di botol. Oh ya, volume produk ini 60 mL dengan harga beli IDR 150000 – 185000.

Keterangan tanggal manufacture dan expiry ada di bagian bawah (kanan), semua keterangan di botol tertulis dalam hangeul (kiri)

 

Volume pump-nya pas menurutku, jumlah segitu bisa dipakai untuk seluruh  wajah plus leher. Buat ukuran wajahku, cukup sekali pump tanpa dipencet sampai mentok. Setengah pump lebih sedikit deh. Buat aplikasi pertama, kalian gak usah emosional pencet dalam-dalam ya, sayang kalau kelebihan. Hehe. Warna essence-nya coklat transparan, no aroma, dengan tekstur khas essence – cukup kental tapi bisa mengalir lambaaat.

IMG20170610131036

Ukuran pump Benton : Snail Bee High Content Essence

Benton : Snail Bee High Content Essence punya kecepatan menyerap yang baik. Udah gitu dia gak bikin muka oily, alias langsung menyerap like you have applied nothing. Ini poin plus buatku, karena rangkaian skincare jadi bisa langsung berlanjut tanpa harus tunggu lama-lama.

 

“improve your rough and damaged skin for various stress and polution”??

Fortunately I don’t have a rough and damaged skin. Kadang kalau lagi PMS, sering muncul satu-dua jerawat, but that’s it. I can say Benton : Snail Bee High Content Essence bikin mukaku lebih anti-jerawat. Sekarang, dalam beberapa kali PMS, belum tentu muncul jerawat. Asalkan kebersihan muka juga tetap dijaga ya. Jadi in conclusion, mungkin Benton : Snail Bee High Content Essence bisa dibilang meningkatkan barrier kulit mukaku.

“troubled skin care, cooling effect, moisturizing, … helps brightening your skin and removes wrinkles”??

Problem terparah mungkin saat kulitku kering karena tiap hari kerja dan tinggal di ruangan ber-AC, jadi di bagian pipi sempat kering dan kasar. Waktu itu, pas banget momennya dengan momen baru pakai  Benton : Snail Bee High Content Essence, dan aku bisa liat efeknya. Setelah pakai rutin selama kurang-lebih 3 – 4 minggu, bagian kasarnya hilang dan rasanya lebih moisturized. Dengan catatan, cuci muka dan rangkaian skincare lain tetap harus jalan ya.

I still have no wrinkles, fortunately, while my friends with the same age have had some. I even have no smile wrinkles yet! Tapi aku belum berani bilang kalau ini efek dari penggunaan Benton : Snail Bee High Content Essence tunggal. Mungkin akan lebih tepat kalau ini efek dari semua perawatan wajah. Apalagi aku juga pakai Elizavecca : Green Piggy Collagen Jella Pack yang klaimnya concern di skin collagen supply. Oh ya, setiap aplikasi Benton : Snail Bee High Content Essence, aku selalu pakai lebih banyak di bagian jidat, ujung mata, dan smile wrinkles, supaya proteksi kulit ke bagian rawan wrinkles tersebut jadi nambah. Ini sugesti ya 😀

By the time aku nulis review ini (approx. 6 bulan pemakaian), Benton : Snail Bee High Content Essence-ku masih belum habis. Sisanya masih setinggi 1,5 cm dari dasar botol. Note : pemakaian 4 bulan pertama Cuma di malam hari, 2 bulan terakhir rutin pagi dan malam.

Pros :

  • Affordable price and thrifty usage
  • Kemasan box yang ramah lingkungan
  • Major content-nya snail secretion filtrate, instead of water
  • Ukuran pump adjustable dan volumenya pas buat tiap aplikasinya
  • Cepat menyerap di kulit
  • Gak banyak buang waktu buat lanjut ke rangkaian skincare berikutnya
  • Bikin mukaku lembab dan halus waktu kondisi kering dan kasar
  • Memperlambat terbentuknya wrinkles (kombinasi dengan rangkaian skincare lain)
  • No parabens (dampak penggunaan paraben di kulit bisa dilihat di sini)

Cons :

  • Butuh waktu beberapa lama buat kelihatan hasilnya
  • Gak disarankan buat dipakai tunggal karena kurang maksimal efeknya (bukan artinya dipakai sama rangkaian Benton ya, maksudnya termasuk semua rangkaian skincare, whatever they are)

Re-purchase : Yes