Review : Secret Key Starting Treatment Cream

Ingredients :

Water, Glycerin, Squalane, Cyclopentasiloxane, Dimethicone, Niacinamide, Glyceryl Stearate, Hydroxyethyl Urea, Butyrospermum Parkii (Shea) Butter, Macadamia Ternifolia Seed Oil, Prunus Amygdalus Dulcis (Sweet Almond) Oil, Argania Spinosa Kernel Oil, Astrocaryum Murumuru Seed Butter, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Galactomyces Ferment Filtrate, Betaine, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Cetyl Ethylhexanoate, Butylene Glycol, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Hamamelis Virginiana (Witch Hazel) Leaf Extract, Acorus Gramineus Root/Stem Extract, Oryza Sative (Rice) Bran Extract, Citrus Grandis (Grapefruit) Seed Extract, Portulaca Oleracea Extract, Panax Ginseng Root Extract, Acanthopanax Senticosus (Eleuthero) Root Extract, Sucrose Stearate, Stearyl Alcohol, Cetearyl Olivate, Sorbitan Olivate, Cetyl Alcohol, Myristyl Alcohol,  Stearic Acid, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Triethanolamine, C12-14 Pareth-7, PEG-100 Stearate, rh-oligopeptide-1, Ceramide 3, Hydrogenated Lecithin, Octyldodecanol, Adenosine, 1,2-Hexadienol, Caprylyl Glycol, Disodium EDTA, Fragrance

IMG20170610132730

Ingredients list ada di bagian dalam box

Secret Key : Starting Treatment Cream ini masih satu line sama Secret Key : Starting Treatment Essence yang populer banget (dan sering banget dibandingin sama Missha : First Treatment Essence dan SK II). Anehnya aku lebih tertarik coba cream-nya daripada essence-nya *anti-mainstream*. HAHA

Oh ya, sebelum beli produk ini, aku sempat pertimbangin cukup lama karena bingung. Bingung, soalnya review buat produk ini jarang banget, alias Cuma 1 – 2 buah kayaknya waktu itu. Hampir gak ada bayangan tentang tekstur, efek, ingredients, pokonya aku agak gambling waktu beli karena takut terlalu berat buat morning skincare. Jadi, gimana kira-kira hasil gambling ini? Check my review below!

Harga belinya itu sekitar IDR 145000, cukup murah sih menurutku dibanding brand lain. Beratnya 50 gram, dan berdasarkan pengalamanku dengan Secret Key : Snail Repairing Gel Cream (baca review-nya di sini), jumlah segitu bisa dipakai sampai 4 – 5 bulan dengan pemakaian Cuma di pagi hari. Ekonomis ya? Itu juga yang bikin aku bingung, kenapa produk Secret Key bisa ekonomis dengan efek yang (sangat) lumayan.

Kemasannya bentuk jar kaca dan dimasukkan ke kotak box seperti produk skincare pada umumnya. Kotaknya memuat cukup banyak informasi, ada detail produk, berat, ingredients, dan cara pakai. Sayangnya semua bahasa Korea, kecuali ingredients aja yang ada english version di bagian dalam box-nya. Kemasan jar-nya cukup berat menurutku, tapi ini bukan jenis kaca yang gampang pecah kalau jatuh. Not sure ini bahan apa, lebih jelasnya bisa dilihat di foto. Mungkin ada yang bisa bantu tell me ini kaca apa?

Sama seperti Secret Key : Snail Repairing Gel Cream, di dalamnya masih ada lid yang mengantisipasi tumpah atau kontak langsung dengan tutupnya. Dan, masih sama juga : no spatula. Cara aplikasiinnya juga jadi sama, aku hentak-hentak dengan posisi terbalik sampai nempel di lid, terus baru dioles ke punggung tanganku secukupnya.

 

Cream ini kenampakannya warna putih, dengan tekstur yang kelihatan cukup berat. Makanya saat pertama kali coba, aku aplikasiin tipis-tipis ke muka karena takut jadi over-oily. Tapi you know what, ternyata dia lumayan cepat meresap di kulit. Kalau dibandingin dengan Snail Repairing Gel Cream yang notabene adalah gel, waktu serapnya agak lebih lambat dikit. Cuma beda kesan setelah penyerapannya; kalau gel cream udah menyerap sempurna, kulit muka kayak gak pakai apa-apa, tapi kalau cream ini rasanya ada thin layer di kulit muka. Dalam artian positif ya, jadi lebih moist dan keliatan dewy.

Tapi, buat rangkaian lengkap, aku belum berani kalau pakai produk ini sendiri, karena dari tipenya mungkin bisa bikin kulitku berminyak setelah 3 – 4 jam kalau dipakai single. Jadi aku selalu sebisa mungkin kombinasiin dengan produk yang ngunci minyak, untuk saat ini essence dari Benton (baca di sini buat review Benton : Snail Bee High Content Essence) dan/atau sunblock dari Etude House (baca di sini buat review Etude House : Sunprise Natural Corrector). Dengan kombinasi kayak gitu plus bedak, biasanya seharian aku gak kelihatan kumal berminyak dan tetap cantik *slap*.

Efek pemakaian? Aku bisa bilang kalau kulitku udah mulai terlihat berbeda. Sebelumnya, akhir-akhir kulitku cukup kering di bagian pipi karena mulai banyak aktivitas yang bikin berkeringat, jadi rasanya kasar dan kalau diperhatiin tampak kulit pipi agak putih-putih kayak cracking (ngelupas mild banget). Sekarang, rasanya moist dan udah balik lagi ke kulit pipi yang halus kayak beberapa waktu lalu. Oh ya, pori-pori di pipi juga tampak mengecil, tapi ini menurutku result dari combination usage sama Benton : Snail Bee High Content Essence.

Oh ya, kulitku sempet break out waktu awal pakai produk ini, kurang-lebih Cuma dua hari. Selama dua hari ini muncul jerawat sekitar 3 – 5 buah padahal rutinitas skincare-ku normal dan aku gak makan aneh-aneh ataupun PMS. Tapi saat aku mulai waswas, jerawat-jerawat ini hilang sendiri kok.

Anw, keliatannya so far so good dan aku mau llihat gimana efek maksimalnya ke kulitku. Last, semoga review ini membantu yaaa, secara minim banget review buat produk ini.

Pros :

  • No parabens! (efek negatif kandungan paraben di produk skincare bisa dilihat di sinisini)
  • Hemat dan ekonomis
  • Meresap cepat di kulit
  • Teksturnya gak berat dan gak bikin oily (combi usage)
  • Pakainya cukup tipis aja, jadi hemat (juga supaya gak berminyak)
  • Kenampakan ke kulit jadi terlihat lebih dewy dan sehat
  • Kulit mukaku jadi lebih moist dan halus
  • (sepertinya) bikin pori-pori mengecil

Cons :

  • Packaging-nya agak berat dan repot kalau dibawa-bawa
  • Infonya minim
  • No spatula
  • Sempat bikin aku break out
  • Bisa bikin kulit muka oily kalau aplikasinya terlalu banyak

Re-purchase : maybe, someday

Review : Secret Key Lemon Sparkling Peeling Gel

“It helps remove waste matter from pore and exfoliate dead skin cell due to containing of refreshing lemon water and rich carbonated water, so your skin will become bright and healthy”

IMG20170610130214

Klaim Secret Key : Lemon Sparkling Peeling Gel

Ingredients :

purified water, cetrimonium chloride, propylene glycol, zanthoxylum piperitum fruit extract, pasqueflower extract, usnea extract, carbomer, polysorbate 80, lemon water, lemon extract, sparkling water, green tea water, hollyhock extract,  aloe vera leaf extract, witch hazel extract, centella extract, hydrolized collagen, sodium hyaluronate, rice extract, brown algae extract, broccolie extract, portulaca extract, camomile extract, 1,2-hexandiol, disodium EDTA, perfume

(source : http://www.secretkeyen.com/)

Cara Pakai :

  1. After facial wash, dry your skin with towel
  2. Get a adequate amount and apply in onto your face, except eye area and mouth. Gently massage into damp facial areas and wash it out with warm water

(source : http://www.secretkeyen.com/)

IMG20170610130239

Ingredients dan Cara Pakai, semuanya dalam hangeul

Pernah gak sih kalian coba peeling gel? Buatku, pengalaman pakai peeling gel ini amazing banget, karena memang aku amazed dengan cara kerjanya. Dan buat yang belum pernah coba peeling gel, sebaiknya kalian coba minimal sekali seumur hidup. Hehehe.

Alasan utamaku beli Secret Key : Lemon Sparkling Peeling Gel ini karena aku penasaran sama cara pakainya. Katanya, dia diusap di kulit muka dan digosok-gosok, sampai mengering dan berbentuk uliran kecil-kecil kayak daki (?). Uliran ini diklaim sebagai sel kulit mati yang terangkat oleh peeling gel. Hmm, daripada efek pemakaiannya, aku jauh lebih tertarik sama cara kerjanya!

Harga beli Secret Key : Lemon Sparkling Peeling Gel sekitar IDR 100000 dengan ukuran 120 mL. Bentuk kemasannya tube dengan flip-top di bagian bawah, mirip kemasan facial foam. Di bagian depannya ada gambar  dan tulisan buah lemon, buat menekankan kalau kandungan utamanya adalah lemon. Oh ya, produk ini dulu namanya Secret Key : Lemon D-toc Peeling Gel, tapi sekarang ganti nama. Waktu pembelian, pastikan dia dibungkus plastik luar ya, juga alumunium foil buat nutup bagian lubang dalamnya.

Sayangnya, bahasa Inggris di kemasannya Cuma ditemukan di bagian depan : nama produk dan klaim produk. Sisanya di bagian belakang kemasan agak sulit buat diartikan, antara lain cara pakai, ingredients, dan entah apa lagi yang aku gak mengerti sama sekali. Tanggal expired bisa ditemukan di-emboss di bagian belakang atas tube.

IMG20170610130226

Yakkk, akhirnya dia sampai ke tanganku setelah lama timbang-timbang buat beli. Cara pakainya, aku keluarkan produknya ke punggung tangan kiri, baru kemudian diratakan di muka pakai jari-jari kanan. Bentuk awalnya begitu dikeluarkan itu kayak gel cair warna putih keruh, dan begitu dioles di muka langsung mengering dan jadi ulir-ulir kecil. Bahkan kalau lelet-lelet, Secret Key : Lemon Sparkling Peeling Gel yang ‘transit’ di punggung tangan kiriku juga ikut mengering. Makin tipis dan sedikit jumlahnya, makin cepat dia kering. Jadi biasanya aku totol-totol di beberapa bagian muka, baru diratakan. Kalau langsung diratakan tiap bagian, dia akan langsung berubah bentuk jadi sel kulit mati.

Setelah semua bagian mukaku dibersihkan pakai Secret Key : Lemon Sparkling Peeling Gel, aku bilas air supaya sisanya bersih. Dan rasanya memang jadi halus, siap buat dilanjutkan ke rangkaian skincare berikutnya. Satu lagi poin plusnya, dia memang bikin kulit kerasa bersih, tapi tanpa terasa kering dan ketarik.

Produk ini juga mengklaim bikin  kulit ‘bright and healthy’ sebagai hasil akhir dari ‘mengangkat sel kulit mati’. Buatku pribadi, hasil ini baru terasa kalau habis pakai produknya aja, alias belum keliatan hasil jangka panjangnya. Tapi sejauh ini hasilnya positif kok, dan aku merasa mukaku memang lebih bersih sampai ke dalam pori tiap habis pake produk ini.

Produk ini juga pernah aku suruh pacarku pakai, karena kulitnya agak sensitif dan rasanya Secret Key : Lemon Sparkling Peeling Gel ini gak bikin kering. Hasilnya? Dia terkesan dan akhirnya ikut beli juga, karena kerasa bedanya setelah pemakaian. Oh ya, pacarku bukan orang yang perhatian sama kondisi kulit muka, dan perawatan yang dia lakukan Cuma sebatas cuci muka aja. Ajaibnya, sel kulit mati yang keluarnya banyak banget, dibandingkan denganku yang rutin pakai peeling gel setiap minggu. Jadi kesimpulannya, kemungkinan besar Secret Key : Lemon Sparkling Peeling Gel memang benar-benar mengangkat sel kulit mati.

Kedua, aku juga pakaikan ke papaku. Papaku tipe orang yang jarang cuci muka pakai sabun, padahal sering berkendara di jalan. Waktu pakai peeling gel ini (setelah cuci muka pakai facial foam-ku A’pieu : Deep Clean Foam Cleanser), bulir-bulir yang keluar banyak banget, dan warnanya hitam-hitam. Keliatannya sih itu kumpulan debu dan kotoran 😀

Pros :

  • Affordable price!
  • No-parabens (efek pemakaian paraben bisa dilihat di sini)
  • Cara pemakaiannya unik dan praktis, bikin semangat buat peeling tiap minggu
  • Bikin kulit muka halus dan bersih setelah pemakaian
  • Gak bikin kulit muka kering
  • Bisa mengangkat sel kulit mati
  • Bisa membersihkan debu dan kotoran di kulit

Cons :

  • Sejauh ini, klaim bright dan healthy baru terlihat kalau habis pemakaian aja

Re-purchase : yes!

Review : Benton Snail Bee High Content Essence

IMG20170610130709

Benton : Snail Bee High Content Essence; kemasan primer boks (kanan) dan kemasan sekunder botol plastik (kiri)

“is for all types of skin including senstive and troubled skin types. Instead of water, Snail secretion fiiltrate was used. This high content essence uses Bee venom, EGF, and various botanical based natural ingredients to help improve your rough and damaged skin from various stress and pollution. In addition to the troubled skin care, cooling effect, moisturizing and skin-lifting improvement, thus all-in-one functional multi-care cosmetic has functional ingredients such as Arbutin and Adenosine which helps brightening your skin and removes wrinkles.”

 

16-12-04-14-18-29-851_deco

Klaim Benton : Snail Bee High Content Essence

Ingredients :

Snail Secretion Filtrate, Leaf Juice, Glycerin, Arbutin, Butylene Glycol, rh-Oligopeptide-1, Bee Venom,  Plantago Asiatica Extract, Laminaria Digitata Extract, Diospyros Kaki Leaf Extract, Salix Alba (Willow) Bark Extract, Ulmus Campestris (Elm) Extract, Bacillus Ferment, Azelaic Acid, Althaea rosea flower extract, Aloe barbadensis leaf extract, Beta-glucan, Betaine, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Adenosine, Panthenol, Allantoin, Pentylene Glycol, Zanthoxylum Piperitum Fruit Extract, Usnea Barbata (Lichen) Extract, Pulsatilla Koreana Extract, Arginine

IMG20170610130839

Komposisi Benton : Snail Bee High Content Essence

Benton Snail Bee line termasuk yang cukup populer buatku pribadi. Makanya, di saat ada banyak list essence yang mau aku coba, aku pilih Benton lebih dulu. Apalagi, Benton : Snail Bee High Content Essence ini kandungan utamanya bukan air, tapi snail secretion filtrate. Kalau kamu perhatiin komposisinya, ga ada kandungan ‘water’ di sana loh. Dan karena produk snail punya history yang cukup baik ke mukaku, here I am trying this product. Selain essence, rangkaian ini ada Benton : Snail Bee High Content Skin, Snail Bee High Content Lotion, dan Snail Bee High Content Steam Cream.

Kemasan box Benton : Snail Bee High Content Essence ini terbuat dari karton daur ulang, sepertinya sih tujuannya supaya ramah lingkungan. Jadi bukan bahan karton yang dilapis plastik kayak produk lain yaa.. Sayangnya warna dan bahan karton daur ulang ini bikin keterangan detail produk jadi kurang jelas (bisa dilihat di foto). Kemasan langsung esens-nya berupa botol dengan pump yang tertutup plastik kaca (?). Ini poin plus menurutku, karena bikin produk lebih higienis. Di botol ini ada klaim produk yang tadi gak terlihat jelas di kemasan boks, tapi dengan jenis tulisan dan warna yang lebih mudah dibaca (thanks GOD) tapi ga selengkap di boks-nya 🙂 Cara pakai, ingredients, dan warning Cuma ada di kemasan boks. Untungnya tanggal manufacture dan expiry (jaraknya 2 taun) tercantum jelas di botol. Oh ya, volume produk ini 60 mL dengan harga beli IDR 150000 – 185000.

Keterangan tanggal manufacture dan expiry ada di bagian bawah (kanan), semua keterangan di botol tertulis dalam hangeul (kiri)

 

Volume pump-nya pas menurutku, jumlah segitu bisa dipakai untuk seluruh  wajah plus leher. Buat ukuran wajahku, cukup sekali pump tanpa dipencet sampai mentok. Setengah pump lebih sedikit deh. Buat aplikasi pertama, kalian gak usah emosional pencet dalam-dalam ya, sayang kalau kelebihan. Hehe. Warna essence-nya coklat transparan, no aroma, dengan tekstur khas essence – cukup kental tapi bisa mengalir lambaaat.

IMG20170610131036

Ukuran pump Benton : Snail Bee High Content Essence

Benton : Snail Bee High Content Essence punya kecepatan menyerap yang baik. Udah gitu dia gak bikin muka oily, alias langsung menyerap like you have applied nothing. Ini poin plus buatku, karena rangkaian skincare jadi bisa langsung berlanjut tanpa harus tunggu lama-lama.

 

“improve your rough and damaged skin for various stress and polution”??

Fortunately I don’t have a rough and damaged skin. Kadang kalau lagi PMS, sering muncul satu-dua jerawat, but that’s it. I can say Benton : Snail Bee High Content Essence bikin mukaku lebih anti-jerawat. Sekarang, dalam beberapa kali PMS, belum tentu muncul jerawat. Asalkan kebersihan muka juga tetap dijaga ya. Jadi in conclusion, mungkin Benton : Snail Bee High Content Essence bisa dibilang meningkatkan barrier kulit mukaku.

“troubled skin care, cooling effect, moisturizing, … helps brightening your skin and removes wrinkles”??

Problem terparah mungkin saat kulitku kering karena tiap hari kerja dan tinggal di ruangan ber-AC, jadi di bagian pipi sempat kering dan kasar. Waktu itu, pas banget momennya dengan momen baru pakai  Benton : Snail Bee High Content Essence, dan aku bisa liat efeknya. Setelah pakai rutin selama kurang-lebih 3 – 4 minggu, bagian kasarnya hilang dan rasanya lebih moisturized. Dengan catatan, cuci muka dan rangkaian skincare lain tetap harus jalan ya.

I still have no wrinkles, fortunately, while my friends with the same age have had some. I even have no smile wrinkles yet! Tapi aku belum berani bilang kalau ini efek dari penggunaan Benton : Snail Bee High Content Essence tunggal. Mungkin akan lebih tepat kalau ini efek dari semua perawatan wajah. Apalagi aku juga pakai Elizavecca : Green Piggy Collagen Jella Pack yang klaimnya concern di skin collagen supply. Oh ya, setiap aplikasi Benton : Snail Bee High Content Essence, aku selalu pakai lebih banyak di bagian jidat, ujung mata, dan smile wrinkles, supaya proteksi kulit ke bagian rawan wrinkles tersebut jadi nambah. Ini sugesti ya 😀

By the time aku nulis review ini (approx. 6 bulan pemakaian), Benton : Snail Bee High Content Essence-ku masih belum habis. Sisanya masih setinggi 1,5 cm dari dasar botol. Note : pemakaian 4 bulan pertama Cuma di malam hari, 2 bulan terakhir rutin pagi dan malam.

Pros :

  • Affordable price and thrifty usage
  • Kemasan box yang ramah lingkungan
  • Major content-nya snail secretion filtrate, instead of water
  • Ukuran pump adjustable dan volumenya pas buat tiap aplikasinya
  • Cepat menyerap di kulit
  • Gak banyak buang waktu buat lanjut ke rangkaian skincare berikutnya
  • Bikin mukaku lembab dan halus waktu kondisi kering dan kasar
  • Memperlambat terbentuknya wrinkles (kombinasi dengan rangkaian skincare lain)
  • No parabens (dampak penggunaan paraben di kulit bisa dilihat di sini)

Cons :

  • Butuh waktu beberapa lama buat kelihatan hasilnya
  • Gak disarankan buat dipakai tunggal karena kurang maksimal efeknya (bukan artinya dipakai sama rangkaian Benton ya, maksudnya termasuk semua rangkaian skincare, whatever they are)

Re-purchase : Yes

Innisfree – Capsule Recipe Pack Bija & Tea Tree

img20170102092614

Innisfree Capsule Recipe Pack – Bija & Tea Tree

It’s so difficult finding wash-off masks that meets my criteria, seriously! Setelah sebelumnya aku pakai wash-off mask dari Vienna, aku pengen coba wash-off mask keluaran Korea. Karena ini pertama, jadi aku mau coba dulu capsule recipe pack dari Innisfree. Review-review yang aku baca sebelum beli ada beragam, ada yang merasa ngefek dan ada juga yang so-so. Daripada bingung, aku mutusin coba, toh harganya juga gak seberapa.

Varian yang aku pilih yaitu Bija & Tea Tree, soalnya akhir-akhir memang ada beberapa jerawat kecil yang come and go di wajahku. Tadinya aku bingung, either Bija & Tree or Jeju Volcanic, tapi review Jeju Volcanic kayaknya kurang ngefek dan aku percaya kalau buat minimizing pores, harus telaten dan gak bisa pakai masker yang seminggu sekali doang. Oh ya, there’re lots of options besides those two, such as Seaweed, Pomegranate, Rice, Aronia, Aloe & Bija, and more.

Aku beli dengan harga sekitar IDR 30000 dan pemakaiannya sekitar 5 – 6x, walaupun pemakaian pertama dan terakhirnya tipis (anggap aja 1x pemakaian deh). Hemat juga ya? Awalnya aku agak kaget aja karena dia lebih kecil dari perkiraan; diameter bagian wadahnya cuma 3-4 cm. As usual, tulisannya semua dalam hangeul jadi informasinya aku dapat dari website Innisfree dan cosdna.com yaa..

Tutup kemasannya itu ternyata dibuka ke atas, jadi kayak tutup kaleng gitu. Di dalamnya masih ada lid alumunium yang rapat banget, jadi aman deh.

1479608321118

Expiry date di bagian lid dalam

Waktu dibuka, aromanya herbal-herbal gitu. Kayaknya aroma bija ya, aku juga kurang tau karena belum pernah coba sheet mask Innisfree bija, but I’m sure this is not tea tree fragrance since I’ve used Innisfree tea tree mask sheet. Buatku pribadi, aromanya agak mengganggu, tapi itu preferensi kok, dan actually aromanya juga gak tajam. Kenampakan wash-off mask-nya sendiri warna biru toska (bukan hijau toska ya, dia lebih ke biru) dan bisa dibilang cukup padat buat ukuran wash-off mask. Kalau kalian udah ambil dan mau diaplikasikan ke wajah, mending sedikit-sedikit karena dia lumayan cepet mengering dan nantinya sayang kalau malah banyak tersisa di tangan. Oh ya, sayang banget gak ada spatula. Aku sendiri malas pakai spatula sendiri, jadi aku selalu pastiin tanganku habis dicuci bersih tiap mau colek wash-off mask dari kemasannya.

Buat kesan pemakaiannya, I must say that it’s just so-so. Efeknya ke jerawatku biasa aja, dan mukaku juga gak kerasa bersih. Just smooth, tapi itu juga temporer (banget). Aku coba juga oles tebal-tebal di bagian jerawat yang merah dan baru matang, dan setelah dibiarkan (40 menit karena ketiduran), perubahannya Cuma less red aja.

Pros :

  • Ukuran dan harganya cocok buat coba-coba
  • Cepat kering waktu diaplikasi ke wajah
  • No parabens (buat efek penggunaan paraben bisa dilihat di sini)
  • Lid-nya mencegah sisa masker mengering (aku pakai selama kurang-lebih 5 minggu dan gak mengeras, karena ada lid dan tutupnya juga rapat)

Cons :

  • No spatula
  • Gak ada efek ke jerawatku
  • Gak ada efek smooth ke wajah
  • Aroma mint-y herbalnya agak kurang enak buatku
  • Didn’t do what it claimed, though

Re-purchase : no