Review : TONYMOLY Tomatox Magic White Massage Pack (sample size)

 “Tomatox Magic White Massage Pack is a multi functional massage pack with tomato extract that has a detox property to clear skin. Contains lemon extract that accelerates collagen synthesis and also whitens and tones skin.  Baicha extract helps calm irritated skin while offering a whitening effect. Houstonia extract is also known as a mysterious herb with 10 kinds of properties of anti-inflammatory, antioxidant, anti-allergenic, whitening, which all contribute to clear radiant skin”

 

Ingredients : Sodium Lycopersicum (Tomato) Fruit Water, Glycerin, Srbitol, Titanium Dioxide, Hydroxyethyl  Acrylate/Sodim Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Butylene Glycol, Alcohol, Niacinamide, PVP, Squalane, Polysorbate 60, Pearl Powder, Coral Powder, Ascorbyl Tetraisopalmitate, Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Extract, Glycyrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Centella Asiatica Extract, Glycine Soja (Soybean) Seed Extract, Solanum Lycopersicum (Tomato) Fruit Extract, Citrus Limon (Lemon) Fruit Extract, Actinidia Chinensis (Kiwi) Fruit Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Saururus Chinensis Extract, Panthenol, Methylparaben, Carbomer, Arginine, Aluminium Hydroxide, Fragrance, Zea Mays (Corn) Starch, Propylparaben, Microcrystalline Cellulose, Mannitol, Sucrose, Tocopheryl Acetate.

Cara Pakai :

  1. After cleansing, apply on dry face and gently massage for about 1 to 2 minutes
  2. After massaging, leave it on your face for 5 to 10 min.
  3. Rinse off with lukewarm water and pat with towel.
  4. Use 2 to 3 times per week or use everyday as needed.

Wash-off mask ini aku beli sewaktu liburanku ke Thailand bulan April lalu. Belinya di 7-11 dengan harga sangat ekonomis, sekitar 40 THB atau IDR 5000an dengan ukuran sample size. Tapi karena sample size, jadi informasi yang tercantum di kemasannya minim banget. Aku bakal tambahin informasi yang aku dapat dari internet, yaa..

Jadi, mask ini agak berbeda dengan wash-off mask yang pernah aku coba sebelumnya, yaitu Vienna Crushed Bengkoang. Terus terang ini Korean wash-off mask pertama yang kucoba, jadi aku gak tahu apa semuanya kayak gini : dia gak mengering di muka! Wash-off mask yang biasa aku pakai, dia akan mengering setelah 5 – 8 menit diaplikasikan, tapi TONYMOLY massage pack ini ngga. Bahkan setelah aku ketiduran 40 menit, dia tetap masih basah waktu aku colek pakai tangan. Padahal setelah baca-baca, harusnya didiamkannya cukup 5 – 10 menit saja.

Ternyata TONYMOLY massage pack ini punya efek yang bagus banget ke kulitku! Begitu dibilas, rasanya mukaku jadi smooth dan kenyal. Plusnya lagi, efek ini gak mendadak hilang setelah aku cuci muka berikutnya, malah justru kerasa makin halus setelahnya. Kecuali efek brightening ya, itu menurutku Cuma sementara sih efeknya (kecuali kalau pakainya rutin). Tiap kali ganti minggu, aku jadi nunggu-nunggu kapan pakai TONYMOLY massage pack ini lagi.

Oh ya, satu kemasan sample size ini bisa dipakai 3x. Aromanya khas buah campur bunga gitu, enak kok. Mungkin karena di ingredients-nya juga banyak ekstrak buah. Warna massage pack-nya putih dan seperti pasta. Cuma satu hal yang sangat kusayangkan, ada kandungan Methylparaben dan Propylparaben di sini.

Pros :

  • Temporary brightening
  • Muka jadi kenyal dan halus banget (gak langsung hilang begitu dibilas)
  • Wanginya enak
  • Waktu pemakaiannya singkat
  • Banyak mengandung bahan alami

Cons :

  • Gak mengeras setelah diaplikasi, jadi harus hati-hati
  • Contains methylparaben dan propylparaben (efek penggunaan paraben bisa kamu lihat di sini)

Re-purchase : sayangnya no, since it contains parabens 😦

Advertisements

Review : My Beauty Diary – Royal Pearl (Radiance mask)

“Brightening and Whitening”

Pearl powder contains trace elements including Calcium, Magnesium and Zinc essential extracts for the skin, as well as several Amino acid complex. This mask also ncombines the double-acting moisturixing ingredients Cosphingo x Aquaroad to promote hydrated, whitened, and radiant skin. Formulated with tea ectract and enriched with tea polyphenols and Mulberry extract to help restore a luminous complexion, keeping the skin soft, clear, and translucent

“Nourishing and Repairing”

Herbal extracts from Sugar maple, Ginkgo and Malvasylvestris provide a protective layer to help the skin defens against environmental damage, retain skin moisture and support healthy skin texture. Formulated with extracts from Licorice and hydrolyzed Yeast protein to effectively soothe, nourish, and encourage skin renewal, giving you a visible whiter and smoother complexion

(sumber  website My Beauty Diary)

Capture4

Ingredients :

Water (Aqua), Glycerin, Butylene Glycol, Propylene Glycol, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Camellia Sinensis Leaf Extract,Ginkgo Biloba Leaf Extract, Glychrriza Glabra (Licorice) Root Extract, Phenoxyethanol, Hydroxyethyl Urea, Chlorphenesin, Triethanolamine, Hydrolyzed Yeast Protein, Laminaria Digitata Extract,Polysorbate 20, Fragrance (Parfum), Lecithin, Citric Acid, Codium Tomentosum Extract, Tabebuia Impetiginosa Bark Extract, Dipotassium Glycyrrhizate, Hydrolyzed Pearl, Polysorbate 80, Acer Saccharum (Sugar Maple) Extract, Citrus Aurantium Dulcis (Orange) Fruit Extract,  Citrus Medica Limonium (Lemon) Fruit Extract, Saccharum Officinarum (Sugar Cane) Extract, Glyceryl Glucoside, Soluble Collagen, Sodium Hyaluronate, Carbomer, Iodopropynyl Butylcarbamate, Xanthan Gum, Glycosphingolipids, Sodium Hydroxide, Sodium Lactate, Potassium Hydroxide, Sodium PCA, Arbutin, Tocopheryl Acetate

DSCF1467

Ingredients list

Varian Royal Pearl ini aku beli dengan titip temanku di Taiwan, karena di Indonesia memang tidak beredar. Gak banyak informasi yang bisa didapat dari kemasannya, karena yang ditulis dalam bahasa Inggris Cuma komposisinya aja. Intinya dia mengklaim memberi efek radiance, dan punya kandungan Aquaroad x Tinysome x CosphingoTM. Sedahsyat apa sih efeknya?

Capture2

Cosphingo x Aquaroad (sumber : website My Beauty Diary)

Aroma mask sheet ini soft, tapi aku ga bisa deskripsikan ini aroma apa. Mirip aroma baby oil, lembut-lembut gitu. Not irritating. Oh ya, mask sheet My Beauty Diary punya ciri khas : ada lembaran pastik di antara lipatan mask sheet waktu dikemas. Tujuannya? Supaya mudah membuka lipatannya. Unik, tapi berguna!

Sheet mask-nya tipis, seperti biasanya My Beauty Diary. Dengan ukuran yang lebih pas ke proporsi wajah Asia, dibandingkan dengan masker-masker Korea, mask sheet ini menempel dengan sesuai. Lubang mata di mata, lubang mulut di mulut, dan sisi-sisinya juga fit perfectly di jawline-ku.

Essence mask sheet My Beauty Diary (selalu) banyak, bening, dan agak encer. Aku selalu ‘peras’ dulu mask sheet di dalam kemasannya sebelum buka lembarannya, karena bahkan dengan begitu pun essence di mask sheet-nya masih banyak banget. Nah sisa essence ini biasanya aku pakai jadi rangkaian skincare berikut-berikutnya. Dan saking banyaknya, setelah dipakai 2x sehari selama seminggu pun belum habis-habis.

Efek setelah pemakaiannya, aku suka banget! Walaupun dia gak membuat mukaku bersinar (radiant) seperti klaimnya, tapi dia bikin mukaku lembut dan halus, serta kerasa moist. Bahkan walaupun Cuma pakai sisa essence aja, efeknya terasa lembab dan lembut. Tapi menurutku varian ini kurang cocok untuk yang tipe kulitnya oily, karena setelah pakai essence-nya saja bikin muka (sangat) moist cenderung oily. Makanya aku lebih suka pakai sisa essence-nya dibanding maskernya, soalnya sisa essence-nya bisa dipakai tipis-tipis sedangkan essence di maskernya terlalu berlimpah. So, aku lebih pilih satu hari mukaku over-moist tapi punya stok sisa essence yang bisa dipakai berhari-hari dan punya efek menyenangkan ke kulitku 🙂

Satu hal lagi yang aku suka dari mask sheet My Beauty Diary ini (aku belum tahu varian lainnya). Sejauh ini udah 5 varian yang aku coba, dan semuanya gak mengandung paraben. Kalau kamu lihat juga di ingredients-nya, kebanyakan adalah ekstrak bahan alami. Ada aloe, lemon, jeruk, licorice, dan lain-lain. Jadi, gak aneh kalau efeknya bagus ke kulit.

Pros :

  • Bikin kulit mukaku lembut, lembab, dan halus
  • Ukuran sheet-nya pas banget di muka (dibanding brand Korea)
  • Essence di mask sheet-nya banyak, dan sisanya juga banyak banget
  • Aroma-nya soft kaya bayi
  • Ada lapisan plastik di antara lipatan masker yang memudahkan buka lipatan
  • Komposisinya sebagian besar bahan alami
  • No-parabens (efek penggunaan paraben bisa dilihat di sini)

Cons :

  • Gak dijual di Indonesia
  • Penjelasannya bahasa Mandarin semua 🙂
  • Essence yang terlalu banyak dipakai di muka bikin agak oily
  • Pemakaian sisa essence lebih ‘terpakai’ dibanding essence di mask sheet sendiri
  • kurang cocok untuk pemilik oily face

 

Re-purchase : YES

Review : My Beauty Diary Mask Sheets

First Taiwanese Mask Sheet we’ve ever tried : My Beauty Diary mask sheet! Varian yang masuk ke Indonesia belum banyak : Aloe, Collagen, Black Pearl, Apple Polyphenol, Hyaluronic Acid, dan Bird’s Nest. Varian-varian ini bisa ditemukan di drugstore Guardian dengan harga sekitar IDR 30000 per-piece atau IDR 125000 per-5 pieces. Kalau lihat langsung di website versi Taiwan, sebenarnya My Beauty Diary mask sheet ini ada banyak variannya, misalnya Chocolate Truffle, Royal Pearl, Red Vine (Wine), Natto, Sake Yeast, dst bahkan ada versi environment kayak Mexico Cactus, Alps Edelweiss, dan lain-lain. Mengenai info mask sheet My Beauty Diary bisa dicek di sini : http://www.beautydiary.com.tw/

Karena pilihan yang di Indonesia sedikit, aku titip juga ke temanku yang studi di Taiwan. Untuk review lebih lengkap, langsung dibaca aja yuk!

Review : My Beauty Diary – Apply Polyphenol
Review : My Beauty Diary – Black Pearl
Review : My Beauty Diary – Collagen
Review : My Beauty Diary – Royal Pearl (Radiance mask)
Review : My Beauty Diary – Mexico Anastatica (Pore Refining mask)

Review : SKINFOOD Beauty in a Food Mask (Ginseng & Black Bean)

Review Skinfood : Beauty in a Food Mask Sheet – Ginseng

“Contains ginseng extract!

A beauty food mask sheet that moisturizes and nourishes aging skin to make it healthy.”

To Use :

  1. After cleansing, use a toner to refine skin texture.
  2. Place mask on entire face, avoiding eyes and lips.
  3. After about 10-20 minutes, remove the sheet and lightly pat to absorb the remaining essence.

Ingredients : Water, Glycerin, Butylene Glycol, Beta-glucan, Panax Ginseng Root Extract, Arginine, Ethylhexylglycerin, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Carbomer, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Xanthan Gum, Disodium EDTA, Phenoxyethanol, Fragrance.

Tulisan yang terdapat di kemasan dari SKINFOOD Beauty in a Food Mask Ginseng ini 90% ditulis dalam bahasa Korea, termasuk ingredient list-nya. Ingredient list di atas aku dapat dari cosdna.com.

Begitu kemasannya dibuka, langsung tercium bau ginseng yang tajam. Baunya seperti tanaman herbal campur tanah, mungkin karena memang yang dipakai sebagai ekstrak adalah akarnya. Bau ginseng dari masker ini sangat menyengat hingga tercium satu ruangan saat dipakai.

Tekstur essence-nya kental, lebih kental daripada varian Jeju Tangerine. Warnanya bening, dan seperti ada gelembung-gelembung udara kecil di dalam cairan essence. Sisa essence-nya sangat banyak menurutku, dan agak lengket tapi sangat moisturizing.

Ukuran mask sheet ini tidak terlalu tebal (lebih tebal dari My Beauty Diary tapi tidak setebal Secret Key dan The SAEM) tapi cukup besar, sehingga supaya ukurannya pas di wajah aku harus melipat beberapa bagiannya, terutama di bagian dahi dan dagu. Mask sheet ini tidak ada eye flaps-nya.

Begitu bangun di pagi hari (aku memakai maskernya semalaman sambil tidur), aku merasa kulit mukaku lebih halus dan lembut. Walaupun aku kurang menyukai bau ginsengnya, tapi aku menyukai after effect-nya.

Does it do what it says?  (“moisturizes and nourishes aging skin to make it healthy”)

Untuk efek moisturizes dan nourishes, yes (walaupun kurasa kulitku belum aging).

Pros :

  • No parabens – according to cosDNA(dampak penggunaan paraben pada kulit bisa dilihat di sini)
  • Menghaluskan dan melembutkan
  • Essence-nya banyak dan terasa rich
  • Affordable price

Cons :

  • Bau ginseng yang menyengat

Repurchase : Maybe yes.

—————————————————–

Review Skinfood : Beauty in a Food Mask Sheet – Black Bean

“Contains black bean extract!

A beauty food mask sheet that provides rich and moist nutrients to make skin firmer.”

To Use :

  1. After cleansing, use a toner to refine skin texture.
  2. Place mask on entire face, avoiding eyes and lips.
  3. After about 10-20 minutes, remove the sheet and lightly pat to absorb the remaining essence.

Ingredients : Water, Glycerin, Caprylic/Capric Triglyceride, Soybean Seed Extract, Cyclopentasiloxane, Glyceryl Stearate, PEG-100 Stearate, Polyglyceryl-3 Methylglucose Distearate, Ethylhexyglycerin, Arginine, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Alcohol, Witch Hazel Extract, Carbomer, Disodium EDTA, Hydrogenated Lecithin, Cholesterol, 1,2-Hexanediol, Diacetyl Boldine, Phenoxyethanol, Fragrance.

Sama seperti varian Ginseng, SKINFOOD Beauty in a Food Mask Black Bean ini 90% ditulis dalam bahasa Korea, jadi ingredient list di atas aku dapat dari cosdna.com.

SKINFOOD Beauty in a Food Mask Black Bean ini wanginya manis sekali seperti ketan hitam, tapi tidak se-menyengat seperti yang Ginseng.

Tekstur essence-nya agak cair. Warnanya putih susu, dan sisa essence-nya juga banyak, tapi sepertinya lebih banyak yang Ginseng. Essence-nya lebih lengket dan lebih lama diserap di kulit daripada yang varian Ginseng.

Ukuran mask sheet ini sama seperti varian Ginseng, dan juga tidak ada eye flaps-nya.

Aku menggunakan masker ini semalaman, dan saat bangun pagi aku tidak merasakan efek spesial apapun dari masker ini, hanya lebih moist saja (aku rasa efek moist itu sangatlah biasa untuk ukuran mask sheet, nothing special). Waktu bangun aku masih bisa mencium wanginya di wajahku.

Does it do what it says?  (“provides rich and moist nutrients to make skin firmer”)

Moisturize, yes but not so much. Seperti mask sheet pada umumnya saja. Firm my skin? Aku tidak tahu, karena umurku masih 20 dan kulitku belum saggy hahaha.

Pros :

  • No parabens – according to cosDNA(dampak penggunaan paraben pada kulit bisa dilihat di sini)
  • Sisa essence-nya cukup banyak
  • Wanginya yummy
  • Affordable price

Cons :

  • No significant effect
  • Essence-nya cukup lengket dan agak lama diserap

Repurchase : No.