Review : Etude House Hot Style Bubble Hair Coloring

 “This is a shampoo-type bubble hair coloring item that delivers beautiful, evenly colored hair with its non-drip, conditioning formula”

Cara Pakai :

  1. Drape enclosed gown around shoulders to protect clothing. Put on enclosed gloves.
  2. Remove cap from Oxidizing Developer 2. Empty Colorant 1 into Oxidizing Developer. Replace cap
  3. Slowly tilt Oxidizing Developer 2 to mix. Use immediately after mixing
  4. Press Oxidizing Developer 2 pump to dispense foam
  5. Apply on hands first then on dry hair, starting at the roots
  6. Massage gently, making sure to completely cover your hair
  7. Leave on 20 – 40 minutes
  8. After developing, rinse with lukewarm water and wash out thoroughly with soap or shampoo and warm water. Finish off by applying enclosed Silky Perfumed Treatment.

Ingredients :

#1 (hair coloring): toluene-2,5-Diamine Sulfate, p-Amino-O-Cresol, 2,4-Diaminophenoxyethanol Hydrochloride

#2 (oxidizer) : Hydrogen Peroxide Solution (35%)

Silky Perfumed Treatment : Water, Dimethicone, Cethyl Alcohol, Stearyl Alcohol, Propylene Glycol, Cyclopentasiloxane, Behentrimonium Chloride, Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil, Camellia Japonica Seed Oil, Macadamia Ternifolia Seed Oil, Sodium Benzoate, Isopropyl Alcohol, Red 33 (Cl 17200), Orange 4 (Cl 15510), Blue 1 (Cl 42090), Phenoxyethanol, Fragrance

Ini dia bubble coloring pertama kami! Sebelumnya aku cuma pernah highlight rambut 4 tahun lalu di salon dan cat sendiri bagian poniku di awal tahun ini, jadi bisa dibilang sekarang status rambut udah kembali virgin. Sedangkan rambut adikku benar-benar belum pernah dikenakan pewarna rambut apapun. Alasan kami pilih bubble coloring karena cara pakainya yang praktis dan berhasil bikin kami tertarik. Alasan kami pilih brand Etude House karena harganya paling ekonomis dibandingkan brand  lain, apalagi ini buat our first time.

Kami coba beli warna Lavender Brown (PP05) limited edition dengan harga IDR 85000 dan Natural Brown (BR08) dengan harga IDR 83000, satu orang satu. Selain dua warna ini, ada juga pilihan warna Deep Black, Dark Choco Tone Down, Dark Brown, Cherry Crown, Khaki Brown, dan Sweet Orange. Review untuk masing-masing dari dua warna tadi akan ditulis di bagian bawah ya oleh pemakai yang bersangkutan 🙂

Oh ya, di kemasan kotaknya juga bisa dibaca informasi tentang detail produk, cara pakai, ingredients, dan manufacture/expiry date. Expiry date bisa dihitung 36 bulan dari manufacture date, seperti yang ditulis di kotak dan di bagian bawah botol #1. Kemasan Etude House Hot Style Bubble Hair Coloring ini berbentuk kotak dengan isi berupa  Hair Coloring (bottle 1), Oxidizer (bottle 2), satu sachet Silky Perfumed Treatment, serta plastik berisi petunjuk pemakaian (bahasa Korea), plastic cape, dan sarung tangan. Untuk cara aplikasinya sama persis seperti di petunjuk penggunaan, simpel banget kok!

DSCF1344

Warna foam yang keluar saat digunakan putih untuk Natural Brown, dan ungu untuk Lavender Brown. Aromanya agak kurang enak sih, tapi gak terlalu menyengat. At least ternyata gak separah yang suka dibahas pemakai lainnya. Rambut yang sudah dipakaikan Etude House Bubble Hair Coloring jadi agak mengeras dan kaku, tapi (lagi-lagi) gak separah yang dibayangkan akibat dari pengalaman pemakai lainnya. Foam-nya juga banyak banget, gak habis-habis walaupun udah diaplikasikan berulang-ulang. Sayangnya cuping telinga kanan kami yang kena foam ini jadi merah dan gatal, jadi telinga kanan kami harus langsung dibasuh. Sisanya aman kok kena bagian kulit lain.

DSCF1504

Foam

Setelah dibilas, rambut memang agak kaku dan gak smooth. Tapi pemakaian Silky Perfumed Treatment (sedikit juga sudah cukup) langsung melembutkan rambut. Dan kemasan Silky Perfumed Treatment yang kecil itu ternyata baru habis setelah 4 – 5x pemakaian.

Untuk lebih jelas, langsung aja dibaca review-nya yaa…

Etude House Hot Style Bubble Hair Coloring Lavender Brown (PP05)

Dari namanya, mungkin harusnya warna yang dihasilkan itu coklat gelap dengan shade keunguan. Dan memang itu juga yang aku harapkan. Makanya aku diamkan selama 60 menit, lebih lama dari petunjuknya yang disarankan 20 – 40 menit. Sayangnya waktu dibilas, air yang turun dari rambutku warnanya ungu semua. Dengan sedih aku simpulkan : NO SHADE OF LAVENDER COLOR AT ALL. Tapi ternyata warna coklat yang dihasilkan cukup memuaskan. Sampai kurang-lebih seminggu setelah pewarnaan, warna coklatnya memang makin terang. Awalnya hanya terlihat di bawah sinar matahari, tapi sekarang (12 hari setelah pewarnaan) indoor pun kelihatan bedanya.

Hasil pewarnaan di rambutku rata banget kok, semua bagian rambut warnanya sama. Sepertinya karena rambutku tidak terlalu tebal jadi aplikasinya lebih mudah. Apalagi waktu pendiamannya lama (60 menit), dan selama itu aku pijat-pijat sampai ke bagian dalam rambut.

Mungkin karena didiamkannya cukup lama, bau Etude House Bubble Hair Coloring ini juga melekat. Sampai 3 – 4x keramas, wangi sampoku dan Etude House Bubble Hair Coloring masih bercampur, baunya gak enak banget agak tengik.

Oh ya, setelah diwarna, rambutku jadi lebih cepat lepek. Aku kurang tahu alasan ilmiahnya, tapi ini juga yang dialami adikku setelah diwarnai rambutnya. Tapi untukku pribadi, rambutku jadi normal lagi setelah baunya hilang. Mungkin baunya masih melekat sampai 3 – 4x keramas beserta sisa-sisa zat pewarnaannya.

Aku gak mengalami kerusakan rambut atau jadi kering dan bercabang setelah pakai Etude House Bubble Hair Coloring. Mungkin karena aku juga jaga makan, jadi nutrisi rambutku terjaga dengan baik.

DSCF1503

*update*

Setelah hilang efek bau after-coloring, rambutku jadi lebih lambat untuk lepek. Dan ternyata di bagian ujung rambut ada bagian-bagian kering dan bercabang, tapi gak banyak. Cukup dilanjutkan dengan potong rambut teratur, semoga aja sehat kembali 🙂

Pros :

  • Harganya ekonomis dibandingkan produk sejenis dari  brand lain
  • Penggunaannya praktis dan tidak sulit untuk meratakan warnanya ke semua lapisan rambut
  • Kemasannya imut (HAHA) dan mudah digunakan
  • Gak membuat rambutku rusak
  • Gak membuat rambutku kering dan kaku (karena aplikasi dari Silky Perfumed Treatment)
  • Warnanya aku suka!

Cons :

  • Varian Lavender Brown ini agak sulit didapat
  • Pilihan warnanya kurang banyak
  • No shade of lavender color at all
  • Bikin cuping telinga kananku merah dan gatal (untuk waktu singkat)
  • Baunya gak hilang sampai 3x keramas
  • Rambutku jadi lebih cepat lepek (sementara waktu)
  • Ujung rambut agak kering dan bercabang

Re-purchase :

Dilihat dari fungsi dan pemakaiannya, yes

Dilihat dari pilihan warnanya, no

Etude House Hot Style Bubble Hair Coloring Natural Brown (BR08)

Karena rambutku masih virgin (belum pernah diwarna sebelumnya) aku sempat kebingungan memilih shade-nya. Tapi karena katanya kalau virgin hair pilihlah shade yang setingkat lebih terang dibanding warna yang sebenarnya diinginkan, aku memilih Natural Brown (dengan harapan hasilnya akan seperti Dark Choco Tone Down).

Aku memakainya selama kurang lebih 40 menit, dan sekitar 10 menit terakhir warna rambutku sudah berubah menjadi kecoklatan. Mungkin karena rambutku tebal, aku kesulitan mengaplikasikannya dengan rata sehingga warna yang dihasilkan pun tidak merata, tapi untuk warnanya keluar banget kok, bahkan lebih terang dari yang kuharapkan.

Berbeda dengan kakakku, bau cat rambut Etude House ini langsung hilang sejak dari keramas pertama. Rambutku juga jadi tidak terlalu mengembang seperti biasanya, tapi ujungnya menjadi kering dan bercabang.

Sampai review Natural Brown ini ditulis, kurang lebih sudah sebulan sejak rambutku diwarnai dan warnanya sama sekali tidak luntur di rambutku walaupun aku tidak menggunakan shampoo khusus rambut diwarna (walaupun aku memakai vitamin rambut dan hair mask). Sekarang di bagian roots-ku sudah mulai tumbuh rambut hitam.

Tapi untuk waktu dekat sepertinya aku mau coba bubble hair coloring brand lain dulu yang punya lebih banyak varian warna.Sudah pernah dengar Mise en Scene? Tunggu reviewnya yaa… 😀

Advertisements

Review : Do-It-Yourself Lips Scrub

Aku buat lips scrub ini 100% iseng kok, terus banyak yang bilang bermanfaat bikin bibir lembab dan mengurangi bibir pecah-pecah. Aku sendiri cukup bermasalah dengan bibir mengelupas karena kering, apalagi kalau habis memakai lipstik. Jadi daripada ga ada kerjaan dan kebetulan bahannya ada di rumah, aku coba buat dan pakai DIY lips scrub ini.

Bahan :

  1. Gula pasir
  2. Minyak zaitun (olive oil)
  3. Madu

Cara pembuatannya simpel banget, cukup campur semua bahan jadi satu. Kalau aku, aku campur minyak zaitun dan madu dahulu sampai tercampur, baru ditambah gula pasirnya. Ga ada takaran pasti untuk bahan-bahannya, cukup sampai didapatkan tekstur kental padat seperti balsem aja. Aku pakai komposisi berikut : 1 sdm minyak zaitun + 2¼  sdm madu + ½ sdm gula pasir.

Campuran Madu dan MInyak Zaitun Sebelum Diaduk (kiri), Setelah Diaduk (tengah), dan Setelah Ditambahkan Gula Pasir (kanan)

DSCF0661.JPG

Tekstur Akhir Hasil Campuran Madu, Minyak Zaitun, dan Gula Pasir

Oh ya, ada juga yang menambahkan bahan lain seperti perasan jeruk atau pelembab bibir, tapi di rumahku gak ada jeruk, sedangkan untuk pelembab aku gunakan di akhir proses scrubbing. Peelembab yang aku gunakan itu Tender Care Oriflame.

Hasilnya, lumayan. Ga seperti beberapa orang yang bilang hasilnya bagus banget dan bikin bibir lembab, buatku pribadi ya lumayan aja. Kulit-kulit yang mengelupas memang hilang dan luka (hasil cabutin bibir mengelupas) jadi ga sakit lagi, tapi rasanya ga tambah lembab sih. Mungkin karena aku baru pemakaian pertama (seumur hidup belum pernah), nantinya akan terus aku pakai rutin 2x seminggu. Lips scrub yang aku buat ini hasilnya cukup banyak, jadi sisa pemakaiannya aku simpan di kulkas.

Bibir Sebelum Pemakaian Lips Scrub (kiri), Saat Pemakaian (tengah), dan Setelah Pemakaian (kanan)

Mungkin ga terlihat jelas, tapi di bibir bawahku sebelum pemakaian lips scrub itu ada 2 luka kecil. Setelah pemakaian, sakitnya jadi hilang dan lukanya mulai tertutup (di foto malah hampir hilang).
UPDATE :

Setelah disimpan di dalam kulkas, aku mendapati tekstur lips scrub ini jadi agak mengeras, jadi harus didiamkan dulu di suhu ruang selama kurang-lebih sejam supaya bisa diaduk. Kenapa harus diaduk? Soalnya, gulanya jadi mengendap di bawah sedangkan madu-minyak zaitun di atas.

Untuk pemakaian, ternyata semakin banyak gula yang diaplikasikan ke bibir, semakin lembab hasilnya. Iya juga sih, aku baru ngeh kalau yang punya efek utama sebagai scrub itu kan gulanya. Jadi, short reminder dariku, jangan lupa gulanya dioles merata di semua bagian bibir yaa…

Pros :

  • Bahan pembuatan mudah didapat dan pembuatannya juga simpel
  • Wangi, karena dominan madunya
  • Kulit bibir mengelupas jadi hilang
  • Luka di bibir berkurang (bisa dilihat di foto)
  • Bibir terasa lembab, dengan syarat pemakaian gulanya merata dan agak banyak

Cons :

  • Agak memakan waktu dan menghambat aktivitas saat dipakai
  • Lips scrub-nya suka menetes-netes keluar bibir jadi lengket di kulit muka

Re-do : yes, mumpung masih belum habis sambil dilihat efek jangka panjangnya

 FYI, kami lagi jual berbagai merk face mask sheet dari berbagai merk dan varian. Harga dijamin ekonomis kok, karena kami juga selalu cari yang ekonomis punya prinsip “Cantik gak harus mahal”. Buat yang mau tau info lebih lanjut, cek di ABOUT kami yaa.. Psstt, buruan beli, soalnya kami jualnya cuma sementara aja nih!