THE SAEM – Healing Tea Garden Green Tea Cleansing Water (Moisturizing)

“Mild No—Wash Cleansing Water with Boseong Green Tea”

 

Ingredients :

Water, Dipropylene Glycol, PEG-7 Caprylic/Capric GlyceridesPEG-7 Glyceryl Cocoate, Camellia Sinensis Leaf Water (100ppm), Opuntia Ficus-Indica, Citrus Unshiu Peel Extract, Lavandula Angustifolia (Lavender) Extract, Jasminum Officinale (Jasmine) Extract, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Extract, Sciadopitys Verticillata Root Extract, Hovenia Dulcis Fruit Extract, Portulaca Oleracea Extract, Sodium Citrate, Citric Acid, Disodium EDTA, Butylene Glycol, Phenoxyethanol, Ethylhexylglycerin, 1,2-Hexanediol, Caprylyl Glycol, Tropolone

Well, THE SAEM Cleansing Water ini produk yang bisa dibilang sudah lama dan pasti dikenal banyak orang. Bahkan kalau kamu cari review dengan keyword ‘THE SAEM Cleansing Water’, ada banyak banget yang tersedia dan dari bertahun-tahun lalu. Gak aneh sih, soalnya produk ini dikeluarkan sama The SAEM yang notabene gak asing di telinga pengguna skincare dan yang pasti harganya affordable banget! Ini juga yang jadi alasan utama aku penasaran buat coba, dan sejujurnya udah dari lama banget. Karena satu dan beberapa alasan, baru sekarang aku berkesempatan coba.

THE SAEM Cleansing Water ini punya tiga pilihan dalam serinya : Green Tea, Tea Tree, dan White Tea. Aku merasa paling ingin coba White Tea karena klaimnya untuk mencerahkan. Cocok buat wajahku yang rasanya dull mulu hehehe. Karena kebetulan cuma ada dua varian ini saat aku mau beli, akhirnya aku coba beli Green Tea dan Tea Tree. Di halaman ini aku review Green Tea dulu karena memang itu yang dipakai lebih dahulu.

Harga beli THE SAEM – Healing Tea Garden Green Tea Cleansing Water ini aku agak lupa pastinya, kisaran IDR 100000. Volumenya 300 mL dan bisa dipakai sampai kisaran 6 – 8 bulan. Aku sendiri pertama pakai 7 bulan lalu dan masih ada sisa 20 – 30 mL saat ini.

IMG_20180925_101431

Informasi Produk mayoritas dalam Hangul

Kemasan THE SAEM – Healing Tea Garden Green Tea Cleansing Water ini berbentuk botol dengan tutup flip-top. Nothing special with its packaging yaa, since I rarely found any cleansing water product with unique packaging sih. Nuansanya hijau dengan gambar bunga di bagian depan. Oh ya, dari foto di atas bisa dilihat kalau sebagai besar informasi di kemasan masih menggunakan hangul, bahkan ingredients aja harus aku translate sendiri. Sayang banget menurutku ini jadi minus point, padahal produk ini udah cukup populer di luar Korea. Kalau tutup flip-top itu dibuka, ada lubang buat keluarnya cairan cleansing water dengan ukuran yang menurutku agak terlalu besar, jadi harus hati-hati supaya kapas kamu gak soaked with water. Teksturnya sendiri cair, persis seperti air biasa. Aromanya juga refreshing dan gak artifisial, menunjukkan kalau produk ini gak pakai fragrance.

Untuk hasil yang didapatkan, bisa dibilang aku cukup puas dengan THE SAEM – Healing Tea Garden Green Tea Cleansing Water. Produk ini agak bisa membersihkan daily make-up yang terdiri dari : Etude House Any Cushion Color Corrector, 3W Clinic Professional Natural Make-Up Powder, Emina Agent of Brow, The Face Shop Lovely Me:ex Catch My Eyeliner, Etude House Bling Bling Eye Stick, Secret Key Red Carpet Tattoo Tint, dan Etude House Dear Darling Tint. Maksud ‘agak bisa’ di sini yaitu menghilangkan sebagian besar make-up, jadi gak tersisa banyak untuk diangkat oleh cleansing foam. Untuk hasil pembersihannya bisa dilihat sendiri di foto yaa..

Aku sendiri terbiasa membersihkan muka dengan cara double-cleansing setiap malam sebelum tidur, jadi setelah THE SAEM – Healing Tea Garden Green Tea Cleansing Water masih pakai cleansing foam lagi. Bisa dilihat kalau penggunaan THE SAEM – Healing Tea Garden Green Tea Cleansing Water memang mengangkat sebagian besar make-up, tapi tentu gak cukup. Sebagai referensi, aku juga masukkan foto kulitku setelah dibersihkan dengan facial foam yaa (facial foam yang digunakan yaitu SENKA Perfect White Clay)..

THE SAEM – Healing Tea Garden Green Tea Cleansing Water ini mengklaim untuk fokus pada fungsi ‘moisturizing’. Aku pribadi gak merasa produk ini menyebabkan kulit muka kering, tapi memang terasa lebih ringan dan lembab setelah diaplikasikan ke kulit. Mungkin efek ini karena make-up sudah diangkat dari wajah atau memang bisa melembabkan wajah, aku kurang pasti juga. Tapi setelah dibandingkan dengan varian Tea Tree, memang kerasa bedanya di mana yang Green Tea rasanya lebih fresh dan lembab. Oh ya, produk ini juga aku pakai buat hapus make-up di bagian mata dan bibir dan efeknya oke. Gak bikin mata perih atau bibir kering, Cuma hati-hati karena agak pahit di bibir.

Berdasarkan hasil analisa cosdna, sebagian besar bahan-bahannya gak mengandung bahaya. Indikator ‘safety’ menunjukkan kalau bahan yang kurang aman antara lain : PEG-7 Caprylic/Capric GlyceridesPEG-7 Glyceryl Cocoate, dan Phenoxyethanol. Dua bahan yang aku sebut pertama itu diidentifikasi sebagai ‘surfactant’, alias bahan kimia yang berfungsi untuk mengikat lemak dan minyak dari kulit. Sedangkan ‘phenoxyethanol’ adalah ‘preservative’, yang menyebabkan produk ini bisa bertahan sampai tanggal kadaluwarsanya. Jadi, walaupun ketiga bahan ini punya angka safety yang agak rawan, tapi jelas kan fungsinya?

Pros :

  • Harga ekonomis dan cukup hemat
  • Bekerja dengan baik membersihkan make-up di wajah sebagai tahap pertama cleansing
  • Gak membuat muka kering, bahkan bisa dibilang melembabkan
  • Tanpa fragrance dan paraben
  • Mudah didapatkan (di store The SAEM dan bahkan drugstore Guardian)

Cons :

  • Lubang keluar produk terlalu besar
  • Kemasannya gak praktis dibawa-bawa
  • Agak pahit kalau sampai masuk mulut
  • Banyak informasi produk yang harus dicari sendiri, alias masih bahasa Korea

Re-purchase :

yes

Advertisements

Review : The SAEM Natural Bamboo Mask Sheet

DSCF1061

The SAEM Natural Bamboo Mask Sheet (tampak depan)

“The mask sheet containing amino-acid and vitamin-rich bamboo sap from pristine forests makes skin healthy by tidying up skin and moisturizing and soothing skin”

Cara Pakai :

  1. After cleansing, prepare the skin with toner
  2. Open the pouch, pull out the mask, and place on the face, using the eye & nose area to align correctly
  3. Remove the sheet after 20 – 25 minutes and gently pat leftover essence for full absorption

Ingredients : Water, Glycerin, Butylene Glycol, caprylic/Capric Triglyceride, Bambusa Vulgaris Water (1,000ppm), Disodium EDTA, Panthenol, Hydroxyethylcellulose, PEG-60 Hydrogenated Castor Oil, Polysorbate 60, Carbomer, Triethanolamine, Sodium Hyaluronate, Chlorphenesin, Glychyrriza Glabra (Licorice) Root Extract, 1,2-Hexanediol, Caprylyl Glycol, Schizandra Chinensis Fruit Fruit Extract, Coptis Japonica Root Extract, Zingiber Officinale (Ginger) Root Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Citrus Grandis (Grapefruit) Seed Extract, Acoris Calamus Root Extract, Perilla Ocymoides Leaf Extract, Trehalose, Tocopheryl Acetate, Fragrance.

DSCF1062

The SAEM Natural Bamboo Mask Sheet (tampak belakang)

Pertama-tama maaf banget kalau fotonya agak blur dan ga kelihatan tulisan di belakang kemasan. But since it’s all hangeul jadi gak apa lah ya.. Ada nama produk, cara pakai, prinsip penyerapan essence di kulit, dan komposisi dalam hangeul; stiker tulisan-tulisan Thailand (karena aku beli di Thailand), serta komposisi dan cara pakai dalam bahasa Inggris. Sudah kucantumkan ulang ya di atas.. 🙂

Masker ini dibeli di 7-Eleven waktu trip-ku ke Thailand April lalu, harganya THB 24 (kurang-lebih IDR 9600) untuk gram. Sayang banget pilihan brand dan variannya gak banyak, dari The SAEM sendiri Cuma ada Bamboo dan Cucumber. Karena Bamboo lebih gak mainstream, jadi aku beli ini untuk dipakai sendiri dan untuk adikku. Sekarang aku baru ngeh harga ini murah banget, dan jadinya nyesel kenapa gak beli selusin buat stok. Hiks..

Masker ini mengklaim bisa melembabkan kulit (moisturize and soothe). Aku baru pakai kemarin ini, jadi dia sempat disimpan di kulkas selama 2 bulan. Sebelum pakai, aku sempat pencet-pencet kemasannya supaya essence-nya gak netes-netes. Tapi waktu dikeluarkan ternyata tetap netes, dan sisa essence di kemasannya masih banyak. Jadi bisa disimpulkan bahwa kandungan essence-nya memang banyak sih keseluruhan.

Aroma mask sheet ini fresh sih, kemungkinan aroma sintetis. Mungkin juga aroma bambu, tapi aku gak pernah tahu aroma bambu kayak apa. No eye-flaps. Ukurannya lebar T_T lebih lebar dibanding LUS Mask Sheet tapi sepertinya lebih kecil dibanding Celebon Mask Sheet. Karena dipakai sambil tidur, aku gak ngitung berapa lama sampai essence-nya kering. Pokoknya begitu bangun, mukaku rasanya lembab.

Sisa essence di kemasan kurang-lebih 5 mL, warnanya keruh dan agak kental. Perbandingan warna dan keencerannya dibandingkan sama LUS Mask Sheet dan Vanedo Mask Sheet (bisa kamu lihat juga review-nya) yaa..

Pros :

  • Murah banget (karena beli waktu lagi ke luar negri)
  • Ukurannya gak terlalu lebar
  • Aku pribadi, suka sama kemasannya karena warnanya kalem
  • Sisa essence lumayan banyak
  • No parabens
  • No eye-flaps, ini termasuk pro buatku tapi bisa juga jadi con depends on your preferences

Cons :

  • Ukurannya lebar dari mukaku
  • Efek pemakaiannya lebih ke rasa adem dan lembab, mungkin karena variannya bamboo juga

Re-purchase : No. No significant result.