Thailand Trip : April 7th, 2016

Hari ini dimulai #Trip100Dollar di mana kami akan ketemu sama kak Claudia Kaunang. Meeting point dengan peserta lain yaitu di Starbucks Khao San Road jam 11.00. Gara-gara kemarin super capek, plus baru tidur jam 1 pagi, rasanya sulit banget buat bangun. Akhirnya karena jamnya mepet dan masih buta Bangkok juga, kami memutuskan pakai moda taksi ke Khao San Road.

Makanan

Sebelum ke meeting point, kami sempat jalan di sekitar hostel dan ketemu tukang jualan makanan di gerobak-gerobak pinggir jalan. Lokasi ini bisa ditemukan dengan tanya ke cici-cici di resepsionis Saphaipae dan ditempuh selama 10 menit. Oh ya, untuk menuju ke lokasi jajan ini, kami lewat gang kecil di samping Bangkok Fashion Outlet yang menjual makanan, tas, pernak-pernik, pakaian, dan macam-macam. Sayangnya kami ga sempat tanya kisaran harga di sana karena sampai akhir di Bangkok, waktu kami mepet.

Di lokasi jajan tersebut, aku beli jajanan sejenis sosis digulung kulit crepes dan mampir ke Seven Eleven. Harga Crepes itu cuma THB 10 dan lumayan buat ganjel perut! Makanan lainnya dibeli di Seven Eleven; susu Meiji rasa Hokkaido Melon (12.5 THB), onigiri rasa Salmon Tobiko (27 THB), serta Lays rasa Honey Butter dan Popcorn Caramel (25 THB for 2).

Updated soon : Snacks you can find in Thailand (but not in Indonesia)

Transportasi

Sebelum pesan taksi dari hostel ke Khao San Road, kami tanya dulu estimasi harganya ke resepsionis. Soalnya katanya, taksi di Bangkok jarang sekali mau pakai argo terutama kalau ke turis. Jadi, daripada ‘digetok’ kemahalan, lebih baik tau estimasinya dulu. Cici resepsionis bilang sekitar 150 THB. Sip! Perjalanan dari Saphaipae Hostel ke Khao San Road makan waktu cukup lama, sekitar 45 menit karena macet di mana-mana. Terus, sopir taksinya ngajak bicara macam-macam, mulai dari “Are you from China?” sampai ngajarin bicara “Aku cinta kamu” dan “Cantik” dalam bahasa Thailand. Ini entah aku yang paranoid atau gimana, tapi Bapak itu bicaranya suka sambil lihat lama-lama ke mata dan kadang-kadang megang tanganku ga sengaja gitu, jadinya agak geli. Bahkan dua temanku ikut risi. Just sharing 🙂

Oh ya, kalau menyebut taksi di Thailand, akan beda persepsi dengan taksi Indonesia. Taksi yang pakai mobil (sejenis Blue Bird dan teman-temannya) di sana disebut Taxi-Meter, sedangkan kalau bilang Taksi saja, bisa disalahartikan jadi Tuk-tuk.

Updated soon : Kind of Transportations in Thailand

Berhubung hari ini adalah bagian dari #Trip100Dollar, jadi perjalanan akan ditempuh menggunakan bus tur. Bus tur ini datang ke Khao San, dan membawa kami ke tempat tujuan di itinerary hari itu : Wat Pho (Temple of Reclining Buddha), Golden Buddha Temple, dan Asiatique.

Trip 100 Dollar

Peserta #Trip100Dollar ini lagi beruntung, soalnya ada kak CK yang ikutan trip walaupun Cuma sehari. Biasanya – menurut kak CK – dia gak selalu ada buat #Trip100Dollar. Jadi selama sehari bersama kak CK ini, peserta bebas mau foto, ngobrol, tanya-tanya, atau minta tips. Nah, aku dan kedua temanku langsung memanfaatkan momen buat tanya moda transportasi ke Pattaya untuk tanggal 10 dan Chiang Mai untuk tanggal 12.

Waktu kami tanya, terutama yang ke Chiang Mai, kak CK langsung kaget banget mukanya. “Jadi kalian belum pesan tiket???”, terus kami yang jadi  bengong-bengong jawab,”Belum”. Ternyata menurut kak CK, hari-hari itu lagi sangat peak season karena mendekati Songkran Festival, festival perayaan tahun baru di Thailand. Biasanya akan banyak turis asing (biasanya bule) yang datang, belum lagi warga lokal. Jadi, kak CK langsung menyarankan,”Biasanya sih ke Chiang Mai itu naik pesawat. Atau, kalau mau roadtrip juga boleh. Besok, pagi-pagi, kalau ga berminat ikut guided itinerary, mending kalian langsung ke Hua Lamphong MRT Station dan cari tiket kereta. Secepatnya ya, soalnya takutnya penuh. Saya juga gak menyarankan untuk pesan online, karena kadang beda dan gak akurat”.

Selanjutnya, untuk transportasi ke Pattaya, katanya,”Kalian bisa naik minivan dari Victory Monument BTS Station. Lama perjalanan sekitar 2 jam, biayanya 100 THB. Oh ya, umur kalian berapa sih?”

“23, kak!”

“Waduh, masih 23 ya… Kalau gitu saya gak saranin deh nonton. Tadinya saya mau saranin Tiger Show, tapi kalau masih 23 tahun mending jangan”

(aku dan kedua temanku speechless dianggep masih super bocah begitu)

Terus kak CK masih menambahkan,”Kalian hati-hati ya di jalan. Jangan terima makanan atau minuman dari orang yang gak dikenal. Kalau mau naik kereta atau masuk ke mana-mana, lihat-lihat dulu sekitar. Good luck ya…”. Ya ampun, kayanya muka kami masih muka-muka culun yang keliatan mudah dikibulin *,* Belum lagi peserta trip yang lain, banyak yang tanya,”Kalian masih SMA ya?”, “Kalian masih kuliah?”, “Pasti baru lulus ya?”.

Anw, semuanya baik-baik banget kok. Gak pernah meremehkan karena usia kami jauh lebih kecil. Cuma aku dan kedua temanku memang lebih sering misah dari trip, karena kan harus cari tiket Chiang Mai atau beda orientasi perjalanannya.

Back to topic. Agenda #Trip100Dollar hari itu yaitu ke Wat Pho, Golden Buddha Temple, dan Asiatique. Not much to tell untuk di Wat Pho dan Golden Buddha Temple, karena aku pada dasarnya kurang suka wisata kuil atau kelenteng. Wat Pho isinya banyak patung Buddha dan paviliun kuil-kuil. Ada satu patung Buddha yang besar bangetttttt, patung utama di sini,di mana yang masuknya aja harus berpakaian sopan (disediakan kain penutup buat yang bajunya terbuka) dan harus lepas sepatu juga. Ada juga mangkuk-mangkuk logam berjejer terus diisi-isi logam lingkaran oleh pengunjung. Sepertinya sih buat doa.

DSCF0912

Mangkuk logam yang diisi logam kecil

Kenampakan Kuil dan Patung-patung

Golden Buddha Temple itu bentuknya kuil tinggi dan di puncaknya ada tempat berdoa. Aku gak masuk karena malas lepas sepatu. Di luar Golden Buddha Temple banyak kios-kios jualan dan ada satu yang direkomen oleh kak CK, karena katanya pemilik toko ini nyumbangin sebagian hasil penjualannya ke yang membutuhkan. Aku sih kurang minat liat-liat, apalagi cuacanya PANAS BANGET NGET NGET. Aku dan dua temenku Cuma diem di tokonya aja keringetan ngucur-ngucur sampai ditanya kak CK.

DSCF0921

Golden Buddha Temple

Nah, Asiatique is a must-visit place!! Aku datang sekitar jam 4 – 5 sore, sayangnya mataharinya masih silau dan cukup terik. Pertama datang, langsung dikasih panduan singkat oleh kak CK. Dikasih tau bahwa

  • Meeting point-nya di KFC bagian depan Asiatique jam 8 malam
  • Ada rekomendasi toko oleh-oleh snack, lokasinya di jalur tengah jalan Asiatique di sebelah kanan (kalau datang dari arah depan)
  • Ada rekomendasi tempat makan Mango Sticky Rice yang enak banget, namanya Mango Tango
  • Kita bisa naik free boat yang mengitari sungai di Asiatique
Kentucky Fried Chicken Asiatique

Ada tiga menu KFC yang recommended menurut kak CK karena rasanya unik dan enak: . Sayangnya, ketiganya tidak halal. Ada Spicy Roasted Chicken Rice, Spicy Lemon Chicken, dan Spicy Chicken Rice (ini yang kupilih). Aku dan dua temanku makan di KFC, karena penasaran dan mau yang gak over-budget. Hahaha. Tapi rasanya benar enak! Dengan harga 69 THB (termasuk minum) atau bisa lebih murah kalau mau tanpa minum (sekitar THB 50), porsinya mengenyangkan. Menu yang kupilih ini agak lada, juga ada rempah-rempah bawangnya. Ayamnya besar, gak rugi!

DSCF0933

Spicy Chicken Rice

Toko Oleh-Oleh Asiatique 

Aku beli beberapa snack di toko oleh-oleh yang – sayangnya – aku gatau namanya. Tapi mencolok kok, dan pasti kelihatan kalau jalan lewat jalur tengah. Ada Pocky rasa Mangga, Crispy Pork, mie instan Tao Kae Noi, dan lain-lain.

Mango Tango Cafe

Karena sudah kagok di Asiatique, kami memutuskan untuk coba ke Mango Tango. Tempatnya ini mirip kafe dengan dua pilihan tempat duduk; di dalam dengan dinding kaca atau di bagian luar dekat toko-toko. Sebelum duduk atau masuk, pengunjung harus pilih menu dan bayar dulu. Harga seporsi Mango Sticky Rice di sini lebih mahal dari di tempat lain, 140 THB, tapi porsinya bisa buat bertiga dan tempatnya memang cocok buat nongkrong. Tapi karena kami bertiga, tidak boleh Cuma pesan satu menu, minimal dua menu. Waktu itu kami pilih minuman aja biar ekonomis (20 THB). Hehehe.

DSCF0936

Mango Sticky Rice di Mango Tango Cafe

Free Boat Asiatique

Free boat dari Asiatique Cuma mengitari sungai aja, tanpa berhenti di sisi lain sungai. Menurut kak CK biasanya harus mengantri. Karena kemarin antriannya sepi, jadi dicoba aja. Lumayan kok, boatnya cukup luas dan bertutup, jadi gak panas. Apalagi gratis. Lumayan buat foto-foto sebentar. Hehehe.

View dari atas Free Shuttle Boat

Updated soon : More About #Trip100Dollar Bangkok 7 – 10 April 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s